RiauKepri.com, PEKANBARU- Ribuan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan (AMMP) hari ini, Rabu (18/6/2026), menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Riau. Aksi ini dimulai dengan longmarch dari Pelalawan sejak pukul 03.00 WIB, dan diperkirakan diikuti sekitar 7.000 orang.
Unjuk rasa dilakukan untuk menolak rencana relokasi masyarakat yang tinggal di Kawasan Hutan Negara Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan.
Akibat aksi ini, kemacetan terjadi di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Sudirman, terutama di sepanjang titik antara Kantor Gubernur Riau dan DPRD Provinsi. Pemerintah Provinsi Riau telah mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkantor di sekitar lokasi unjuk rasa untuk tidak menggunakan kendaraan roda empat guna mengurangi kepadatan lalu lintas.
Seorang warga Pekanbaru, Iwan, mengaku terjebak macet saat kembali dari Tembilahan. “Biasanya lima jam, tapi kali ini sampai delapan jam. Dua jam lebih saya terkurung macet, katanya warga demo soal tanah ulayat,” ujarnya.
Aksi ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan sejumlah grup WhatsApp warga. Bahkan, beredar foto dan video kondisi di depan Kantor Gubernur Riau yang menunjukkan massa aksi mulai memadati area sejak pagi.
Pihak kepolisian dan aparat terkait telah dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi dan mengatur lalu lintas di sekitar lokasi. (RK1)
Editor: Dana Asmara








