RiauKepri.com, PEKANBARU– Suasana berbeda terlihat di salah satu posko mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Dumai. Bukan hanya tempat singgah bagi pemudik, posko yang berdiri di depan Masjid Islamic Center Dumai ini justru menjelma menjadi ruang hiburan yang menyedot perhatian warga, Kamis (19/3/2026) malam.
Sejak malam hari, warga berbondong-bondong datang. Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias melihat pameran satwa, mulai dari ular hingga iguana, yang dihadirkan di lokasi tersebut. Tak sedikit pula yang memanfaatkan area foto booth untuk mengabadikan momen bersama keluarga.
Posko Terpadu ini tampil mencolok dengan konsep lingkungan. Bagian depannya dihiasi visual satwa khas Sumatera seperti gajah, harimau, hingga burung serindit, menghadirkan nuansa edukatif di tengah hiruk pikuk arus mudik.
Kapolres Dumai, Angga Febrian Herlambang, mengatakan pemilihan lokasi posko memang berada di titik keramaian dan pusat aktivitas masyarakat. Namun, pihaknya juga berupaya menghadirkan suasana yang lebih humanis.
“Fokus kami tetap pada pengamanan ibadah, pengaturan arus lalu lintas, serta pencegahan gangguan kamtibmas. Tapi kami juga ingin masyarakat merasa nyaman dan terhibur,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, keterlibatan komunitas pecinta satwa menjadi daya tarik tersendiri. Mereka menampilkan berbagai jenis reptil seperti ular sanca kembang dan iguana albino, yang langsung mengundang rasa penasaran warga.
“Selain itu, kami siapkan foto booth bagi masyarakat yang ingin berfoto. Responsnya sangat luar biasa, ramai sekali,” tambahnya.
Konsep yang diusung dalam posko ini juga membawa pesan edukasi lingkungan. Angga menyebut pendekatan tersebut sebagai Green Policing, yakni upaya kepolisian yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pelestarian alam.
Di balik suasana yang hangat dan penuh interaksi, posko ini tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai bagian dari pengamanan arus mudik. Polres Dumai tercatat mendirikan lima posko di berbagai titik strategis di kota tersebut, mulai dari pintu tol hingga pelabuhan dan terminal.
Seluruh posko dijaga oleh petugas gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga Basarnas, dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 yang berlangsung selama 13 hari, 13–25 Maret 2026.
Di tengah padatnya arus mudik, kehadiran posko dengan sentuhan hiburan ini menjadi oase tersendiri, tempat di mana lelah perjalanan sejenak terbayar dengan senyum, tawa, dan pengalaman tak biasa di jalur mudik. (RK1/*)








