Menu

Mode Gelap
Masyarakat Adat Rantau Kasai Mengadu ke LAMR, Berharap Keadilan atas Lahan Ulayat PNBP Tembus Rp10,4 Triliun, Imigrasi Era Yuldi Yusman Catat Rekor dan Perketat Pengawasan WNA Dikejar Hingga ke Papua, Polisi Meranti Ringkus Tersangka Pencabulan Milad ke-60 BRK Syariah, Mantan Direksi Tekankan Penguatan SDI dan Teknologi Kapolda Riau Pantau Upaya Pemadaman Karhutla di Dumai, Pastikan Kesiapan Peralatan dan Sinergitas Pemkab Bengkalis Taja Ramah Tamah Bersama Kajati Riau

Riau

Warga Umbio Desak Lanjutkan Jembatan Mangkrak 7 Tahun, Harapan 12 Desa Kembali Mengalir

badge-check


					Ninik mamak dan tokoh masyarakat Umbio di jembatan yang mangkrak 7 tahun. (Foto: ist) Perbesar

Ninik mamak dan tokoh masyarakat Umbio di jembatan yang mangkrak 7 tahun. (Foto: ist)

RiauKepri.com, KAMPAR– Harapan warga Kenegerian Umbio untuk memiliki akses penghubung yang layak kembali menguat. Dalam suasana Halal bi Halal 1447 Hijriah di Masjid Jamik Kenegerian Umbio, Ahad (29/3/2026), ninik mamak dan tokoh masyarakat sepakat mendesak pemerintah melanjutkan pembangunan Jembatan Pasar Rumbio yang telah terbengkalai selama tujuh tahun.

Musyawarah yang berlangsung hangat itu tak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang curahan harapan masyarakat. Jembatan yang mangkrak sejak pandemi Covid-19 disebut menjadi penghambat utama aktivitas warga di 12 desa yang bergantung pada akses tersebut.

“Sejak wabah Covid-19 melanda, pembangunan jembatan ini terhenti. Karena itu kita harus bergerak bersama dan menyamakan persepsi agar pembangunan ini bisa kembali dilanjutkan,” ujar Bustami HY, yang memandu jalannya musyawarah.

Sejumlah tokoh hadir dalam pertemuan itu, di antaranya Prof. Munzir Hitami, Prof. Masadi, Dr. Nurhamin, Datuk Kampar Dr (HC) H. Munasir, Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri, Anggota DPRD Kampar Zulfan Azmi, serta para datuk persukuan, camat, dan kepala desa se-Kenegerian Umbio.
Dalam forum tersebut, masyarakat juga menyepakati pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Jembatan Pasar Rumbio yang beranggotakan 13 orang dari berbagai latar belakang keilmuan.

Datuk Kampar H. Munasir dipercaya sebagai ketua tim. “Jembatan ini sangat penting untuk menghubungkan 12 desa di Kenegerian Umbio. Kami akan segera menggalang dukungan masyarakat dan melakukan audiensi ke pemerintah daerah hingga Kementerian PUPR,” kata Munasir.

Bagi warga, jembatan itu bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan. Tanpa jembatan, mobilitas warga terhambat, aktivitas ekonomi tersendat, hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan menjadi tidak efisien.

Rasa ketimpangan pembangunan pun mencuat dalam musyawarah. Jayusman, salah satu tokoh masyarakat, mengungkapkan keprihatinan warga atas kondisi tersebut.

“Kami merasakan adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur dibanding kenegerian lain. Anak kemenakan di sini merasa miris karena daerah kami seolah kurang mendapat perhatian,” ujarnya.

Usai musyawarah, para ninik mamak dan tokoh masyarakat langsung meninjau lokasi jembatan. Tiang-tiang pancang yang berdiri sunyi di tepian sungai menjadi simbol harapan yang tertunda, sekaligus pengingat bahwa pembangunan yang terhenti menyisakan beban panjang bagi masyarakat.

Kini, warga Umbio hanya berharap suara mereka sampai ke pengambil kebijakan, agar jembatan yang lama terbengkalai itu dapat kembali dibangun dan menghidupkan denyut ekonomi serta kebersamaan di 12 desa yang selama ini terpisah. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Siak Buka Seleksi Calon Direktur PT Bumi Siak Pusako 2026–2031

31 Maret 2026 - 10:16 WIB

Karhutla di Bengkalis Telan Korban Jiwa: Muharmizan Istirahat Selamanya

31 Maret 2026 - 09:49 WIB

Dari Jalan Berdebu ke Mimbar Upacara SDN 02, Afni Titip Semangat untuk Generasi Siak

30 Maret 2026 - 12:23 WIB

Jones

29 Maret 2026 - 08:15 WIB

Keseriusan Kapolda Riau, Lestarikan Lingkungan Dengan Pohon Geronggang Diaprisiasi DPN Elang Tiga Hambalang

28 Maret 2026 - 16:53 WIB

Kapolda Riau saat berkunjung ke lokasi penakaran jutaan bibit pohon Geronggang dan demplot budidaya pohon Geronggang Koperasi Produsen Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan jl.poros se'i alam-selatbaru Desa Air Putih Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Riau beberapa waktu lalu sekaligus Kapolda melakukan penanaman bibit pohon geronggang di lokasi tersebut
Trending di Bengkalis