Menu

Mode Gelap
‎Kolaborasi Dekranasda dan Bawah Reserve Buka Jalan UMKM Anambas Go Global Tekanan Fiskal Menguat, Bupati Siak Minta Kampung Lebih Inovatif Komisi II DPR RI Kunjungi Riau, Dorong Penguatan Peran BUMD dan Bank Daerah untuk Dongkrak PAD Cuaca Kepri Jumat, 3 April 2026: Mayoritas Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Masyarakat Adat Rantau Kasai Mengadu ke LAMR, Berharap Keadilan atas Lahan Ulayat PNBP Tembus Rp10,4 Triliun, Imigrasi Era Yuldi Yusman Catat Rekor dan Perketat Pengawasan WNA

Siak

Tekanan Fiskal Menguat, Bupati Siak Minta Kampung Lebih Inovatif

badge-check


					Afni Zulkifli, Bupati Siak. Foto: ist) Perbesar

Afni Zulkifli, Bupati Siak. Foto: ist)

RiauKepri.com, SIAK– Bupati Siak, Afni Zulkifli, menegaskan pentingnya penguatan ekonomi berbasis kampung di tengah tekanan fiskal yang dihadapi daerah. Pemerintah kampung diminta bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi lokal, bukan sekadar pelaksana program.

Hal itu disampaikan Afni saat melantik dan mengambil sumpah jabatan anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) Badan Permusyawaratan Kampung (Bapekam) Kampung Belutu, Kampung Jambai Makmur, dan Kampung Sungai Gondang di Aula Kantor Camat Kandis, Kamis (2/4/2026).

“Tidak ada lagi jarak antara pemerintah kabupaten dengan kampung. Kita menghadapi persoalan yang sama, terutama kondisi fiskal yang sedang tidak mudah,” kata Afni.

Mantan wartawan itu mengungkapkan, hampir seluruh pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan serupa, yakni penurunan transfer dari pemerintah pusat di tengah kewajiban menjalankan program prioritas nasional.

Kondisi tersebut, menurut Afni, memaksa daerah melakukan penyesuaian cepat melalui efisiensi dan disiplin fiskal.

Afni menyebutkan, porsi belanja pegawai Kabupaten Siak masih berada di kisaran 36 hingga 38 persen, di atas ambang batas yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 30 persen.

Untuk menyesuaikan ketentuan tersebut, dibutuhkan pengurangan belanja hingga Rp500 miliar sampai Rp600 miliar. “Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi harus kita lakukan agar tidak terkena sanksi fiskal,” ujarnya.

Dalam upaya penyesuaian itu, Pemkab Siak telah melakukan rasionalisasi anggaran, termasuk penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Namun, Afni menegaskan bahwa opsi merumahkan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak menjadi pilihan.

“Komitmen kami jelas, jangan sampai ada pegawai yang dirumahkan. Kita cari jalan lain, meskipun konsekuensinya semua harus ikut merasakan pengetatan,” katanya.

Di tengah keterbatasan tersebut, bupati perempuan pertama di Siak itu menekankan perlunya perubahan pola pembangunan di tingkat kampung. Ia meminta penghulu dan Bapekam tidak lagi berfokus pada penyerapan anggaran, tetapi mengarahkan dana desa untuk kegiatan produktif yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Dana desa harus menghasilkan. Harus ada perputaran ekonomi yang nyata di kampung,” ujarnya.

Afni mencontohkan sejumlah inisiatif yang telah berjalan, seperti pengembangan peternakan ayam petelur, pertanian hortikultura, hingga budidaya sayuran hidroponik yang terintegrasi dengan kebutuhan pasar.

Selain itu, pemerintah daerah membuka akses pemanfaatan aset daerah bagi petani dan pelaku UMKM dengan skema lebih fleksibel, termasuk pembayaran sewa pascapanen serta relaksasi jika terjadi gagal panen.
“Kita ingin aset daerah menjadi alat produksi masyarakat, bukan menjadi beban baru,” kata Afni.

Dalam arahannya, Afni juga menyoroti peluang ekonomi dari program nasional, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut satu dapur MBG dapat mengelola anggaran hingga sekitar Rp1 miliar per bulan, yang berpotensi menciptakan perputaran ekonomi signifikan di daerah.
Namun, ia mengingatkan agar rantai pasok program tersebut diisi oleh pelaku usaha lokal.

“Jangan sampai anggarannya besar, tetapi belanjanya keluar daerah. Produk petani, peternak, dan UMKM lokal harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Jadi, tegas Afni, tidak boleh ada penolakan terhadap produk lokal selama memenuhi standar kebutuhan program.

Di tengah tekanan fiskal, Afni mengajak seluruh elemen pemerintahan memperkuat kolaborasi dan meninggalkan ego sektoral. Menurut dia, tantangan yang dihadapi hanya dapat diatasi melalui kerja bersama dari tingkat kabupaten hingga kampung.

“Ini bukan waktunya berjalan sendiri-sendiri. Kita harus kompak dan fokus pada solusi,” katanya.

Menutup arahannya, Afni menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keuangan daerah sekaligus menekan beban utang.
“Kita ingin meninggalkan kondisi keuangan yang lebih sehat bagi pemimpin berikutnya. Ini rumah kita bersama, dan harus kita jaga untuk generasi mendatang,” kata Afni. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratusan JCH Siak Berangkat, Kisah Penantian 6 Tahun Muinah Jadi Haru di Pelepasan

1 April 2026 - 20:53 WIB

Lantik PAW Bapekam, Ini Pesan Bupati Siak

31 Maret 2026 - 12:24 WIB

Pemkab Siak Buka Seleksi Calon Direktur PT Bumi Siak Pusako 2026–2031

31 Maret 2026 - 10:16 WIB

Upika Tualang Bersama Masyarakat Gelar Bakti Kebersihan di Pasar Tuah Serumpun

31 Maret 2026 - 07:09 WIB

Dari Jalan Berdebu ke Mimbar Upacara SDN 02, Afni Titip Semangat untuk Generasi Siak

30 Maret 2026 - 12:23 WIB

Trending di Riau