RiauKepri.com, PEKANBARU – Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Ahmad Tarmizi memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat melalui kegiatan silaturahmi dan diskusi keumatan yang digelar di Rumah Dinas Wakil Ketua II DPRD Riau, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertemuan biasa, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
Dalam sambutannya, Ahmad Tarmizi menekankan bahwa Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan antarsesama, sekaligus membangun kepedulian sosial yang lebih tinggi di tengah masyarakat.
Ia menyebutkan, nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang diajarkan selama Ramadan harus terus dijaga, bahkan setelah bulan suci berakhir, sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Selain itu, Ahmad Tarmizi juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi diri dalam memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Diskusi keumatan yang digelar dalam kegiatan tersebut berlangsung interaktif. Masyarakat diberikan kesempatan luas untuk menyampaikan pandangan, kritik, hingga saran terkait berbagai isu yang berkembang di lingkungan mereka.
Beberapa persoalan yang mencuat dalam diskusi antara lain menyangkut kehidupan sosial, peran generasi muda, serta upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menanggapi hal itu, Ahmad Tarmizi menyatakan komitmennya untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut melalui fungsi legislasi dan pengawasan di DPRD.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menciptakan kehidupan umat yang lebih baik dan berkelanjutan.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya diskusi, bahkan aktif berdialog secara langsung dengan pimpinan DPRD tersebut.
Kehadiran tokoh masyarakat dan tokoh agama turut memperkaya pembahasan, sehingga diskusi tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghasilkan gagasan yang konstruktif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih efektif antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dalam mewujudkan kehidupan sosial yang rukun, religius, dan penuh kebersamaan di Provinsi Riau. (adv)








