Riaukepri.com, ANAMBAS – Pemerintah Kecamatan Jemaja terus berinovasi melalui kegiatan MEB DAY (Minggu Energi Baru Anambas Maju) yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Camat Jemaja, Mudahir, menjelaskan bahwa selain menggelar senam kesehatan jasmani, kegiatan MEB DAY juga akan dimanfaatkan sebagai wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjual sekaligus mempromosikan produk-produk lokal.
“Tidak hanya senam, kita juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM di Kecamatan Jemaja untuk berjualan dan mempromosikan produknya,” ujar Mudahir kepada awak media di Rumah Dinas Camat Jemaja usai mengikuti Senam Kesehatan Jasmani (SKJ), Minggu (05/04/2026).
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan lokal agar lebih dikenal luas.
Selain itu, dalam pelaksanaan MEB DAY ke depan, setiap desa dan instansi di wilayah Kecamatan Jemaja juga akan dilibatkan untuk memajangkan papan informasi terkait program kerja, perkembangan, hingga peraturan di masing-masing instansi. Hal ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi tanpa harus datang langsung ke kantor.
“Misalnya masyarakat ingin membuat SKCK, cukup melihat papan informasi yang disediakan di lokasi kegiatan untuk mengetahui persyaratannya,” jelasnya.
Mudahir menambahkan, kegiatan ini akan terus dievaluasi setiap bulan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.
Ia berharap ke depan akan semakin banyak pelaku usaha, khususnya di bidang kuliner, yang bermunculan dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kita harapkan semakin banyak produk kuliner yang hadir. Ini bisa menjadi cikal bakal agenda bulanan, di mana masyarakat dapat berjualan di sekitar lokasi kegiatan MEB DAY,” harapnya.
Lebih jauh, Camat Jemaja menargetkan kegiatan MEB DAY dapat berkembang menjadi “pasar kaget” seperti yang ada di kota-kota besar. Dengan demikian, masyarakat memiliki ruang tambahan untuk berusaha dan meningkatkan pendapatan.
“Kita membuka tempat bagi masyarakat yang ingin berjualan. Bahkan, kami sudah menyampaikan imbauan kepada lurah dan kepala desa se-Kecamatan Jemaja agar mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa ke depan, kawasan sekitar lokasi MEB DAY berpotensi dipenuhi oleh lapak-lapak masyarakat yang menjajakan berbagai jenis dagangan, mulai dari kuliner, sayuran, hingga kebutuhan lainnya.
“Siapa pun yang ingin berjualan, kami persilakan. Mulai dari kuliner, sayur-mayur, hingga produk lainnya,” tambahnya.
Menurut Mudahir, kehadiran kegiatan seperti ini tentu akan menjadi penyemangat bagi pelaku UMKM, karena mereka memiliki wadah untuk memasarkan produk, meskipun pelaksanaannya baru dilakukan satu kali dalam sebulan.
“Dengan adanya wadah ini, pelaku UMKM akan lebih semangat karena ada tempat untuk menjual dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat,” tutupnya. (RK 15)








