Menu

Mode Gelap
Bhabinkamtibmas Mentayan Tanam Cabe Bersama Masyarakat Sinergi Polri dan Petani Berbuah Manis, Jagung Hibrida Panen Melimpah di Batang Duku Prakiraan Cuaca Kepri Ahad, 31 Mei 2026: Tanjungpinang hingga Batam Berpotensi Hujan Ringan, Anambas Waspada Petir Bhabinkamtibmas Sosialisasi Ketahan Pangan ke Warga Muntai Barat H Satria: Jagalah Perairan dari Sampah dan Hindari Berita Hoax Wakil Ketua I DPRD Karimun, Ikut Meramaikan Lomba Mancing Pantai Desa Batu Limau

Advertorial

Evaluasi DPRD Riau: Puluhan Tahun Berdiri, BUMD Belum Jadi Motor Pendapatan Daerah

badge-check


					Rapat evaluasi Komisi III DPRD Provinsi Riau bersama pihak SPR (Sarana Pembangunan Riau). Perbesar

Rapat evaluasi Komisi III DPRD Provinsi Riau bersama pihak SPR (Sarana Pembangunan Riau).

RiauKepri.com, PEKANBARU – Komisi III DPRD Provinsi Riau menyoroti lemahnya kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai belum mampu menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kondisi ini menjadi perhatian serius karena BUMD seharusnya berperan sebagai penggerak ekonomi daerah.

Dalam rapat evaluasi yang digelar di Pekanbaru, Kamis (3/4/2026), DPRD menemukan fakta bahwa sebagian besar BUMD belum menunjukkan kinerja yang optimal, bahkan cenderung stagnan dalam jangka waktu panjang.

Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, menegaskan bahwa kondisi tersebut mencerminkan belum efektifnya tata kelola perusahaan daerah yang selama ini berjalan.

Ia mengungkapkan, sejumlah BUMD bahkan belum mampu mengembalikan modal awal meskipun telah beroperasi selama puluhan tahun, apalagi memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah.

“Jika dilihat secara objektif, kondisi ini menunjukkan bahwa BUMD kita belum sehat. Harusnya sudah bisa menghasilkan, bukan justru terus bergantung,” ujarnya.

Menurut Edi, lemahnya kinerja ini tidak terlepas dari persoalan manajemen yang dinilai tidak konsisten dalam menjalankan strategi bisnis.

Bahkan, dari hasil evaluasi internal, terdapat pengakuan bahwa pergantian pimpinan yang berulang tidak diiringi dengan arah kebijakan yang jelas dan berkelanjutan.

Situasi ini dinilai memperlihatkan adanya persoalan mendasar dalam komitmen pengelolaan BUMD yang seharusnya menjadi aset strategis daerah.

Dari sejumlah BUMD yang dievaluasi, hanya satu entitas yang masih menunjukkan aktivitas usaha, yakni SPR Langgak yang bergerak di sektor energi.

Perusahaan tersebut diketahui menjalin kerja sama produksi minyak dengan mitra swasta, dengan capaian produksi sekitar 400 hingga 500 barel per hari.

Dari kerja sama itu, bagian yang diterima mencapai sekitar 35 persen dengan nilai pendapatan ratusan juta rupiah per hari, meski belum sepenuhnya berkontribusi signifikan terhadap PAD.

Sementara itu, dua perusahaan lainnya dilaporkan tidak lagi memiliki aktivitas usaha dan dalam kondisi tidak beroperasi, sehingga memperparah beban pengelolaan BUMD secara keseluruhan.

DPRD Riau berharap evaluasi ini menjadi momentum pembenahan menyeluruh, agar ke depan BUMD benar-benar mampu bertransformasi menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah. (adv)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Aneng Apresiasi Program TMMD ke-128 di Desa Bayat, Infrastruktur Desa Jadi Fokus Utama

22 Mei 2026 - 06:24 WIB

‎Bupati Anambas Ucapkan Terima Kasih kepada Bank Riau Kepri atas Kontribusi untuk Masyarakat

21 Mei 2026 - 21:00 WIB

Meriah, Bupati Aneng Buka Turnamen Alim Sidi Cup Bertepatan HUT Desa Mubur ke-51

21 Mei 2026 - 20:43 WIB

Aneng Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Instansi untuk Daerah Perbatasan

20 Mei 2026 - 17:08 WIB

Harkitnas 2026 di Anambas, Pemkab Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Literasi Digital

20 Mei 2026 - 16:12 WIB

Trending di Advertorial