RiauKepri.com, SIAK– Aksi penutupan jalan oleh warga terjadi di ruas jalan provinsi di Simpang Empat Minas, Senin (13/4/2026), sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki.
Informasi penutupan jalan tersebut beredar melalui pesan berantai yang mengimbau pengendara dari arah Perawang menuju Minas maupun sebaliknya untuk mencari jalur alternatif.
Akibat aksi itu, kemacetan dilaporkan mengular dari empat penjuru, arah Pekanbaru, Duri, Minas dan Tualang. Sejumlah aparat tampak berjaga di lokasi, di antaranya Kabag Ops Polres Siak, Camat Minas, dan Danramil Minas, guna mengamankan jalannya aksi.
Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, mengatakan pihaknya telah mengetahui rencana aksi oleh warga Minas, dan telah melapor kepada Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. Ia menegaskan, jalan yang menjadi objek protes merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Riau.
“Sehari sebelumnya sudah kami laporkan bahwa ada info aksi penutupan jalan di Simpang Empat Minas, pintu keluar Tol Minas. Saya juga sudah lapor Bapak Kapolres dan Forkompimda lainnya. Kondisi jalan memang sudah lama rusak parah dan menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Sebelumnya kami juga sudah bersurat ke Provinsi terkait kondisi jalan ini,” ujarnya.
Menurut bupati perempuan pertama di Siak itu, aksi serupa sebelumnya juga pernah terjadi beberapa bulan lalu dan menyebabkan kemacetan parah dari empat penjuru, yakni Pekanbaru–Duri, akses keluar Tol Pekanbaru–Minas, Tualang menuju Tol Minas, serta jalur Duri–Tualang–Pekanbaru.
Saat itu, warga bersedia membuka jalan setelah adanya komitmen perbaikan dari pemerintah provinsi bersama sejumlah perusahaan di sekitar lokasi. Namun, karena janji tersebut belum terealisasi, warga kembali melakukan aksi serupa.
“Aksi ini sebenarnya sudah beberapa kali kami redam, kami komunikasikan dengan tokoh-tokoh masyarakat Minas, warga juga memahami soal anggaran, namun karena ini kerusakan jalan ini sudah banyak makan korban dan warga sudah tidak sabar karena perbaikan permanen belum juga dilakukan, makanya mereka memutuskan bikin aksi lagi,” kata Afni.
Ia menambahkan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan camat dan aparat setempat untuk menjaga situasi tetap kondusif serta menghindari tindakan anarkis. Negosiasi juga terus dilakukan agar penutupan jalan tidak mengganggu layanan darurat seperti ambulans, bus sekolah, dan kendaraan roda dua.
Pemkab Siak juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu mengalihkan perjalanan kendaraan roda empat ke jalur alternatif jika aksi masih berlangsung.
Afni menjelaskan, kerusakan jalan terjadi di sepanjang sekitar 6 kilometer dan diperparah oleh tingginya intensitas kendaraan berat bertonase besar yang melintas setiap hari. Upaya perbaikan sementara dengan penimbunan dinilai tidak efektif karena beban jalan melebihi kapasitas.
Ia juga menyebutkan sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, seperti Pelindo, Pertamina Hulu Rokan (PHR), Sinar Mas Group, PTPN serta perusahaan lainnya, turut menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas angkutan barang.
“Permasalahan ini sudah berulang kali kami sampaikan ke pihak provinsi. Sore ini akan kami sampaikan lagi secara langsung kepada Pak Gubernur. Alhamdulillah Pak SF sangat banyak membantu Siak. Kita yakin beliau pasti punya solusi permanen untuk ruas jalan tersebut,” katanya.
Sementara itu, Sekretariat Daerah Provinsi Riau bersama DPRD Riau disebut tengah menyiapkan rapat koordinasi dengan perusahaan-perusahaan terkait yang sebelumnya berkomitmen membantu perbaikan ruas jalan tersebut. (RK1)







