Menu

Mode Gelap
BRK Syariah Perkuat Digitalisasi Layanan Kesehatan, Integrasikan SIPD E-BLUD dan CMS untuk Seluruh Puskesmas di Inhil Indratno Atan Secara Aklamasi Terpilih Sebagai Ketua Boat Pancung Desa Sungai Buluh Empat Rumah Hilang ke Sungai, Warga Kuala Enok Bertahan di Tengah Ancaman Longsor Novel Sejarah “Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris” Akan Dibedah di Pekanbaru, Kuota Peserta Tinggal 20 Kursi Bhabinkamtibmas Polsek Tebingtinggi Cek Ketahanan Pangan Masyarakat Sambut 1 Muharam 1448 H, Pemdes Ulu Maras Gelar Doa Bersama di Masjid Al-Munawwarah

Pekanbaru

Empat Rumah Hilang ke Sungai, Warga Kuala Enok Bertahan di Tengah Ancaman Longsor

badge-check


					Rumah di tepi sungai Kuala Enok. (Foto: ist) Perbesar

Rumah di tepi sungai Kuala Enok. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Deru ombak yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), berubah menjadi ancaman. Tanah longsor yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) pagi tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga memaksa sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal dalam hitungan menit.

Dari 14 rumah yang terdampak, empat di antaranya terseret ke sungai yang berada tak jauh dari muara laut. Belasan kepala keluarga kini harus mengungsi ke rumah kerabat dan lokasi yang lebih aman sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

Longsor terjadi akibat abrasi tanah yang terus dihantam ombak. Kondisi tanah yang labil membuat kawasan pesisir Kuala Enok tergolong rawan bencana serupa. Peristiwa pertama terjadi di kawasan Pasar Kuala Enok sekitar pukul 09.45 WIB, disusul longsor di Jalan Kampung Jawa AEC sekitar pukul 10.00 WIB.

“Tim kita masih di lokasi membantu korban sekaligus siaga mengantisipasi kejadian serupa,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil, R Arliansah, Rabu (17/6/2026).

Selain rumah warga, longsor juga merusak sejumlah fasilitas umum, di antaranya vihara, jalan umum, dan pelabuhan yang menjadi akses penting masyarakat setempat.

BPBD Inhil telah mendirikan posko darurat dan menyalurkan bantuan bahan makanan pokok kepada warga terdampak. Di lapangan, petugas juga melakukan pendataan kerusakan serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan unsur terkait untuk langkah penanganan lanjutan.

Menurut Arliansah, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pengamanan lokasi longsor agar tidak memakan korban apabila terjadi pergerakan tanah susulan, serta bantuan khusus bagi kelompok rentan.

“Untuk penyaluran bantuan bahan makanan pokok, kita sudah menyalurkan. Kebutuhan mendesak saat ini adalah penanganan segera berupa pengamanan lokasi dan bantuan khusus bagi warga rentan seperti lansia dan balita,” ujarnya.

Meski kerugian ditaksir mencapai Rp320 juta, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam kejadian tersebut. Bagi warga Kuala Enok, keselamatan keluarga menjadi hal yang paling disyukuri di tengah kehilangan rumah dan harta benda yang selama ini menjadi tempat mereka menggantungkan kehidupan. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRK Syariah Perkuat Digitalisasi Layanan Kesehatan, Integrasikan SIPD E-BLUD dan CMS untuk Seluruh Puskesmas di Inhil

17 Juni 2026 - 17:39 WIB

Novel Sejarah “Seandainya Tun Dalam Tidak Mencabut Keris” Akan Dibedah di Pekanbaru, Kuota Peserta Tinggal 20 Kursi

17 Juni 2026 - 15:01 WIB

Wako Pekanbaru dan Bupati Kuansing Akan Terima JMSI Riau Award 2026, HUT ke-6 JMSI Dimeriahkan Baca Puisi

17 Juni 2026 - 09:18 WIB

Ambil Momen Tahun Baru Islam, Siaran LAMR-RRI Mengudara

16 Juni 2026 - 17:53 WIB

Polda Riau Sita 15 Motor dan 3 Mobil Hasil Kejahatan

15 Juni 2026 - 19:02 WIB

Trending di Pekanbaru