Menu

Mode Gelap
Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026, Perkuat Identitas Pariwisata dan Budaya Tarik 650 Peserta Lokal dan Mancanegara, Bintan Trekking 2026 Dongkrak Pariwisata dan UMKM Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Sabu 50,01 Gram di Talang Muandau Sayang Bini Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia

Riau

Di Malam Gelap, Nelayan Rupat Selamatkan 32 Nyawa Pekerja Migran Ilegal

badge-check

Ilustrasi (net) Perbesar

Ilustrasi (net)

RiauKepri.com, BENGKALIS- Langit malam masih gelap dan tenang ketika sebuah speedboat kecil melaju pelan memecah ombak di Selat Malaka, sekitar pukul 01.30 dini hari, Rabu (11/6). Di dalamnya, 32 orang duduk saling berdesakan diam dan cemas. Mereka adalah para Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang diam-diam meninggalkan tanah rantau di Malaysia, berharap bisa pulang tanpa diketahui aparat. Tapi laut punya rencananya sendiri.

Speedboat itu bergerak dari Malaka menuju Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, melintasi jalur tak resmi, seperti biasa. Namun baru beberapa jam berlayar, ketegangan mereka berubah menjadi kepanikan, air mulai masuk ke dalam lambung kapal.

“Waktu itu kira-kira jam setengah dua pagi, mereka sudah mendekati Perairan Dusun Pasir Putih, Desa Puteri Sembilan. Speedboat yang mereka tumpangi mulai bocor dan nyaris karam,” ujar Fanny Wahyu Kurniawan, Kepala BP3MI Riau, menceritakan detik-detik genting itu.

Dalam suasana panik, di antara suara jeritan dan gelombang, keberuntungan muncul dalam bentuk tak terduga, sebuah kapal nelayan melintas di kejauhan. Nama kapal itu Mis. Saat itu, para nelayan tengah menjala ikan, tak menyangka akan menjadi penyelamat nyawa manusia dini hari itu.

Melihat kapal nelayan, tekong speedboat dengan sigap mengarahkan arah kapal menuju cahaya yang tampak samar di kejauhan. Tapi situasi sudah genting, air terus masuk, dan waktu sangat sempit.

“Dalam kondisi panik, para PMI langsung melompat ke laut satu per satu, berenang ke kapal nelayan yang sedang berada tak jauh dari mereka,” ujar Fanny.

Mereka berenang dalam gelap, hanya berpegangan pada harapan. Di atas kapal Mis, para nelayan spontan menarik tangan satu per satu dari mereka yang nyaris tenggelam. Satu demi satu, tubuh-tubuh basah itu berhasil diselamatkan. Namun, saat semuanya fokus pada penyelamatan, sang tekong speedboat, yang hingga detik itu memegang kendali arah, tiba-tiba ikut melompat ke laut. Sampai sekarang, keberadaannya belum diketahui.

Di Rumah Kepala Dusun

Begitu berhasil naik ke kapal nelayan, para PMI kemudian dibawa ke daratan. Tak ada tempat penampungan resmi di malam gelap itu. Mereka akhirnya diistirahatkan sementara di rumah Kepala Dusun Pasir Putih. Dalam kondisi lelah dan basah kuyup, mereka mendapat minum dan makanan seadanya sebelum aparat datang.

Polsek Rupat Utara yang menerima laporan segera bergerak. Para PMI kemudian diamankan ke Mapolsek untuk pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Alhamdulillah, semuanya selamat dan dalam kondisi sehat. Mereka sudah kami serahterimakan ke P4MI Dumai untuk proses pemulangan ke daerah asal masing-masing,” jelas Fanny.

Dari data yang dihimpun, para pekerja migran ini berasal dari berbagai daerah, dari Sumatera Utara, Aceh, Banten, Jawa Tengah, NTB, hingga Sumatera Selatan. Mereka berangkat ke Malaysia melalui jaringan pengiriman PMI ilegal yang kini sedang diburu aparat.

Perdagangan Manusia

Apa yang terjadi dini hari itu bukan sekadar kecelakaan laut. Ia mencerminkan betapa masih maraknya jalur-jalur ilegal yang dimanfaatkan para pekerja migran untuk mencari kehidupan lebih baik di luar negeri. Tanpa perlindungan hukum, tanpa jaminan keselamatan, dan tanpa kepastian nasib.

“Kami bersama pihak kepolisian masih menyelidiki jaringan yang mengirimkan para PMI ini. Termasuk mencari keberadaan tekong yang hingga kini belum ditemukan,” ungkap Fanny. (RK1/mcr)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Sabu 50,01 Gram di Talang Muandau

26 Juli 2026 - 10:52 WIB

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia

26 Juli 2026 - 07:37 WIB

Kelemahan Melayu

25 Juli 2026 - 06:32 WIB

Polsek Mandau Gagalkan Peredaran Sabu di Bathin Solapan, Dua Kakek Paruh Baya di Bekuk Bersama Barangbukti 30 Paket Sabu

25 Juli 2026 - 06:26 WIB

Trending di Bengkalis