Menu

Otomatis
Breaking News

Pekanbaru

Napas Baru dari Jantung Sepi Stadion Utama Riau

badge-check

Gubernur Riau Abdul Wahid datang meninjau ke stadion bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, dan anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Maazat. F: Ist Perbesar

Gubernur Riau Abdul Wahid datang meninjau ke stadion bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, dan anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Maazat. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU- Rumput liar mulai menyembul dari celah-celah beton, cat memudar di tribun, dan keheningan mengisi hampir setiap sudut Stadion Utama Riau. Dia kokoh tapi bisu dari peristiwa besar yang telah lama berlalu.

Stadion megah di Jalan Naga Sakti ini pernah menjadi simbol kebangkitan Riau. Tahun 2012, gegap gempita Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII menggema di sini. Indonesia vs Singapura pun pernah memijakkan kaki di lapangan ini. Tapi setelah itu, sunyi. Sebuah megastruktur yang lebih sering menjadi saksi bisu waktu daripada denyut kehidupan. Namun pekan ini, keheningan itu pecah.

Gubernur Riau Abdul Wahid datang meninjau langsung ke stadion bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, dan anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi Maazat. Kunjungan itu bukan sekadar inspeksi. Ia menjadi penanda, napas baru akan ditiupkan ke jantung yang lama tertidur ini.

“Selama ini stadion ini baru digunakan dua kali untuk event besar. Selebihnya nyaris tidak difungsikan secara optimal dan tidak terawat,” ujar Gubri Wahid.

Kini, Pemprov Riau menyusun langkah strategis, menyulap stadion menjadi lebih dari sekadar venue olahraga. Gubri menyebut stadion ini berpotensi menjadi kawasan bisnis dan industri olahraga. Gagasan yang segar, dan realistis. Sebab, di era modern infrastruktur olahraga tak bisa hanya mengandalkan kalender pertandingan.

“Olahraga harus masuk ke dunia industri agar punya nilai ekonomi. Stadion ini bisa jadi magnet baru, bukan hanya bagi atlet, tapi juga dunia usaha dan masyarakat,” jelas Wahid.

Apalagi lokasinya sangat strategis. Di sekitarnya, kini tengah dibangun rumah sakit khusus jantung dan otak. Akses mudah, infrastruktur pendukung mulai tumbuh, dan kawasan ini bisa menjadi simpul pertumbuhan baru di Pekanbaru.

Namun Gubri tahu, langkah pertama harus realistis, memfungsikan dulu stadion ini secara layak. “Kita hidupkan dulu fungsinya, baru kita garap skala bisnisnya,” tambahnya.

Bagi Roberth Rouw, stadion ini bukan sekadar bangunan. Ia melihat potensi yang selama ini terkubur.

“Stadion ini megah, tapi terbengkalai. Kalau dibiarkan, bisa jadi beban. Tapi kalau dihidupkan kembali, bisa jadi aset penting untuk masyarakat,” kata Rouw, mendukung penuh inisiatif Pemprov Riau.

Ia juga menegaskan pentingnya pendekatan bisnis dalam dunia olahraga. “Kalau olahraga tidak masuk ke dunia bisnis, akan sulit berkembang karena butuh biaya besar. Kita perlu menyambungkan semangat kompetisi dengan mesin ekonomi,” tegasnya.

Langkah ke depan tidak mudah

Menghidupkan kembali stadion sebesar ini bukan perkara sekejap. Tapi semangat itu kini ada. Napas baru sudah mulai ditiupkan. Tinggal bagaimana visi ini dikawal, dijalankan, dan diberi ruang untuk tumbuh.

Stadion Utama Riau, yang selama ini menjadi lambang diam, pelan-pelan kembali menjadi simbol harapan.

Sekilas Sejarah Stadion Utama Riau

Stadion Utama Riau mulai dibangun pada tahun 2009 sebagai bagian dari persiapan Riau menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII pada 2012. Stadion ini dirancang megah dan modern, dengan kapasitas sekitar 43.000 penonton, menjadikannya salah satu stadion terbesar di Sumatera.

Peresmiannya dilakukan pada 2012, bertepatan dengan pelaksanaan PON. Selain upacara pembukaan dan penutupan, stadion ini juga pernah menjadi tuan rumah laga internasional, seperti pertandingan Indonesia vs Singapura pada ajang persahabatan.

Sayangnya, setelah PON usai, pemanfaatan stadion tidak berlanjut secara maksimal. Perawatan pun minim, dan stadion perlahan berubah dari pusat keramaian menjadi bangunan raksasa yang sunyi dan tak terjamah. Bertahun-tahun lamanya, stadion ini seperti tertidur dalam diam, hingga kini muncul harapan baru. (RK1)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

49 Tersangka Karhutla Ditangkap, 2.958 Hektare Riau Jadi Korban Api

7 Sep 2026 - 20:37 WIB

49 Tersangka Karhutla Ditangkap, 2.958 Hektare Riau Jadi Korban Api

Dimulai dari Siak, Semakin Banyak Kepala Daerah Menuntut Keadilan ke Pusat

7 Sep 2026 - 11:15 WIB

Dimulai dari Siak, Semakin Banyak Kepala Daerah Menuntut Keadilan ke Pusat

Asap Karhutla Kembali Paksa Anak Pekanbaru Belajar dari Rumah

7 Sep 2026 - 07:33 WIB

Asap Karhutla Kembali Paksa Anak Pekanbaru Belajar dari Rumah

Bupati Siak Tetap Urus Karhutla Sembari Pendidikan di Lemhannas

5 Sep 2026 - 11:03 WIB

Bupati Siak Tetap Urus Karhutla Sembari Pendidikan di Lemhannas

Pemimpin Nyanyuk

5 Sep 2026 - 07:48 WIB

Pemimpin Nyanyuk
Trending di Minda