Menu

Mode Gelap
Polres Bengkalis Musnahkan Narkotika Jenis Sabu Seberat 8.231,15 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 5.005 Butir Pemerintah dan Masyarakat Pulau Jemaja Sepakati Tata Kelola Panen Buah Kepayang Berkelanjutan Ketua Kelompok Tani Bukit Padi Apresiasi Rehabilitasi Irigasi, Harap Proyek Dilanjutkan hingga Kampung Pasiran LAMR: Ketahanan Energi Harus Berbasis Kebudayaan ‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau Laos Menuju ASEAN Tahun 2045

Bintan

Bupati Bintan Dorong Reformasi Distribusi Ayam Potong: Peternak Lokal Diutamakan, Pasar Lebih Sehat

badge-check

Rapat koordinasi tata kelola distribusi dan penjualan ayam potong di Kabupaten Bintan. F: Ist Perbesar

Rapat koordinasi tata kelola distribusi dan penjualan ayam potong di Kabupaten Bintan. F: Ist

RiauKepri.com, BINTAN – Demi menciptakan ekosistem perdagangan ayam potong yang lebih adil dan berkelanjutan, Bupati Bintan Roby Kurniawan memimpin langsung rapat koordinasi terkait tata kelola distribusi dan penjualan ayam potong di Kabupaten Bintan, Selasa (24/6), bertempat di Ruang Rapat II, Bandar Seri Bentan.

Tak sekadar temu wicara, pertemuan ini menjadi titik awal reformasi tata niaga ayam potong dengan pendekatan yang lebih berpihak kepada peternak lokal. Di tengah meningkatnya tekanan dari pasar luar daerah dan dinamika harga yang fluktuatif, Pemerintah Kabupaten Bintan berinisiatif membangun sistem distribusi yang sehat dan kompetitif.

“Peternak ayam potong lokal adalah garda depan ketahanan pangan kita. Sudah saatnya mereka diberi tempat yang lebih strategis dalam sistem distribusi dan penjualan, bukan hanya jadi penonton di pasar sendiri,” tegas Roby.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif peternak dalam perumusan mekanisme tata niaga menjadi sangat penting, agar tidak ada dominasi oleh pihak luar atau tengkulak yang bisa merugikan.

Pemerintah Daerah, melalui forum ini, juga ingin menyerap langsung aspirasi para peternak serta mengidentifikasi tantangan lapangan—mulai dari distribusi tidak merata, persaingan harga tak sehat, hingga minimnya akses terhadap rantai pasok.

“Kami ingin menciptakan iklim usaha yang saling menguatkan, bukan saling menekan. Peternak lokal harus bisa tumbuh, berkembang, dan menjadi pemain utama di daerahnya sendiri,” tambah Roby.

Lebih dari sekadar regulasi, Pemerintah akan menyiapkan langkah konkret berupa pendampingan teknis, dukungan logistik, hingga pembukaan akses pasar lebih luas. Harapannya, tata kelola distribusi ayam potong di Bintan bisa menjadi model kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal yang berorientasi jangka panjang.

Dengan keberpihakan yang nyata kepada peternak lokal, Bintan menatap masa depan ketahanan pangan dengan fondasi yang lebih kokoh dan berkeadilan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026, Perkuat Identitas Pariwisata dan Budaya

26 Juli 2026 - 14:21 WIB

Tarik 650 Peserta Lokal dan Mancanegara, Bintan Trekking 2026 Dongkrak Pariwisata dan UMKM

26 Juli 2026 - 13:53 WIB

34 Lansia Sebong Lagoi Diwisuda, Bukti Komitmen Bintan Wujudkan Daerah Ramah Lansia

25 Juli 2026 - 15:25 WIB

Istri Wapres RI Kunker ke Bintan, Peringati Hari Anak Nasional dengan Aksi Konservasi Laut

24 Juli 2026 - 06:24 WIB

Komisi VII DPR RI Serap Aspirasi Pengembangan Pariwisata dan Investasi di Bintan

23 Juli 2026 - 06:31 WIB

Trending di Bintan