RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam terus memacu peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal demi menjawab kebutuhan industri yang semakin kompetitif. Melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Pemko Batam menargetkan 2.650 warga mengikuti berbagai pelatihan kerja dan bimbingan teknis (bimtek) sepanjang 2025.
Langkah ini menjadi bagian dari program prioritas pasangan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra (Amsakar-Li Claudia) dalam mencetak tenaga kerja yang unggul dan siap pakai.
“Kami ingin memastikan bahwa warga Batam, khususnya yang memiliki KTP Batam, memiliki akses terhadap pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar Kepala Disnaker Batam.
Tahun ini, program difokuskan pada 56 jenis pelatihan berbasis kompetensi dan 48 kegiatan pengukuran kompetensi dan produktivitas, bekerja sama dengan berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Batam.
Dari total 2.650 peserta yang ditargetkan, sebanyak 1.478 orang mengikuti pelatihan dan sertifikasi, sedangkan 1.172 lainnya mengikuti bimtek dan sertifikasi. Seluruh kegiatan berlangsung bertahap hingga September 2025.
Program ini juga mencatat peningkatan signifikan dibanding tahun 2024. Saat itu, hanya 1.144 peserta yang mengikuti pelatihan dan 619 peserta untuk bimtek.
“Kita naikkan dua kali lipat karena permintaan industri juga meningkat. Kita tidak hanya mengejar angka, tapi kualitas pelatihan yang betul-betul link and match dengan kebutuhan lapangan kerja,” jelasnya.
Pendaftaran program sudah dibuka sejak awal tahun. Pelatihan dimulai dari 31 Januari hingga 1 Februari, sementara Bimtek berlangsung dari 3 sampai 14 Februari 2025.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mengurangi angka pengangguran, tetapi juga membuka peluang kerja lebih luas, sekaligus mendongkrak produktivitas ekonomi Batam. (RK6)
Editor: Dana Asmara








