Menu

Mode Gelap
Dikejar Hingga ke Papua, Polisi Meranti Ringkus Tersangka Pencabulan Milad ke-60 BRK Syariah, Mantan Direksi Tekankan Penguatan SDI dan Teknologi Kapolda Riau Pantau Upaya Pemadaman Karhutla di Dumai, Pastikan Kesiapan Peralatan dan Sinergitas Pemkab Bengkalis Taja Ramah Tamah Bersama Kajati Riau Anggota DPRD Kota Batam Mulai Laksanakan Reses Pansus DPRD Batam Kebut Pembahasan Ranperda LAM, Targetkan Rampung Tepat Waktu

Pekanbaru

Zulkadir Minta UAS Turun Tangan Damaikan Gubri dan Wagubri

badge-check


					Dr.Zulkarnain Kadir SH,MH atau Zulkadir. F: Dok Perbesar

Dr.Zulkarnain Kadir SH,MH atau Zulkadir. F: Dok

RiauKepri.com, PEKANBARU- Hubungan Gubernur Riau Abdul Wahid dan Wakil Gubernur SF Hariyanto dikabarkan makin retak, meski baru kurang dari enam bulan mereka menjabat. Situasi ini membuat sejumlah tokoh masyarakat, pensiunan ASN, angkat suara, termasuk Dr.Zulkarnain Kadir SH,MH atau Zulkadir, yang meminta Ustaz Abdul Somad (UAS) turun tangan mendamaikan keduanya.

Menanggapi situasi yang kian tidak kondusif, lelaki berambut putih dan selalu dipanggil Zulkadir, lewat status WhatsApp-nya secara terbuka meminta bantuan dari UAS untuk menyatukan kembali Gubri dan Wagubri. Ia mengingatkan bahwa UAS punya peran besar dalam kemenangan pasangan ini pada Pilgubri lalu.

“Terlepas dari politik apapun, kita minta agar UAS menyatukan Gubri dan Wagubri untuk Riau bermarwah,” ujar Zulkadir. Ia pun mengakui bahwa selama masa Pilgubri, dirinya sempat berseberangan pandangan dengan UAS, namun demi kepentingan Riau, ia rela melupakan perbedaan itu.

Menurutnya, sebagai ulama berpengaruh dan disegani, UAS diyakini bisa menjadi penengah yang dihormati. “Saya belum tahu dan belum dapat kabar apakah UAS sudah berupaya mendamaikan Gubri dan Wagubri atau belum. Tapi jika nasihat UAS saja tidak mereka hargai, tak dapat nak cakap lagi,” ucapnya dengan logak Melayu.

Zulkadir juga sependapat dengan pernyataan Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Dr. H. Chaidir, MM, yang menyebut konflik ini sangat memalukan dan bisa menimbulkan kerugian besar bagi daerah. Ia menegaskan, yang paling dirugikan dari pertikaian ini adalah rakyat Riau.

“Akibat hubungan Gubri dan Wagubri tidak harmonis, yang dirugikan itu bukan tim sukses dan partai, tapi masyarakat dan jajaran asn Jadi demi masyarakat, demi Riau bermarwah, buanglah ego masing-masing jika kita seorang negarawan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung soal komitmen yang pernah ditunjukkan selama kampanye. “Jangan sampai keharmonisan itu hanya jadi gimmick saat kampanye untuk menarik simpati masyarakat. Itu namanya mengkhianati nurani rakyat,” tutup Zulkadir. (RK1)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Milad ke-60 BRK Syariah, Mantan Direksi Tekankan Penguatan SDI dan Teknologi

2 April 2026 - 10:43 WIB

Pemprov Riau Apresiasi Kinerja BRK Syariah di Usia ke-60, Tekankan Transformasi Digital dan Penguatan Tata Kelola

1 April 2026 - 17:48 WIB

Pemimpin Divisi di Garda Depan, HUT ke-60 BRK Syariah Berlangsung Khidmat, Penuh Haru dan Kebanggaan

1 April 2026 - 13:11 WIB

Terima SK Baru dari DPP, IPK Riau Semakin Solid di Grand Elite

1 April 2026 - 12:14 WIB

RUPS LB BRK Syariah Bahas Kinerja hingga Penguatan Tata Kelola

31 Maret 2026 - 21:03 WIB

Trending di Bisnis