RiauKepri.com, BATAM – Upaya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Batam dalam mendongkrak iklim investasi di Kepulauan Riau kembali mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Hal ini tercermin dalam pembukaan HIPMI Batam International Business Forum yang berlangsung di Ballroom Hotel Haris Suites Nagoya Thamrin City, Batam, Jumat (1/8/2025).
Mengangkat tema “Batam Gateway to Southeast Asia: Unlocking Investment Opportunity”, forum ini tak hanya menjadi ajang temu pengusaha lokal dan internasional, tetapi juga momentum strategis memperkenalkan potensi Batam sebagai hub bisnis dan logistik di Asia Tenggara.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, yang hadir membuka forum tersebut, menekankan bahwa posisi geografis Batam yang berdekatan dengan Singapura dan jalur pelayaran internasional menjadi keunggulan tersendiri.
“Kami terus berupaya menciptakan ekosistem investasi yang sehat, dengan pembenahan regulasi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujar Nyanyang.
Ia juga menyebutkan bahwa sektor industri digital, logistik, pariwisata, dan manufaktur menjadi fokus pembangunan ekonomi yang didorong Pemerintah Provinsi Kepri.
Forum ini turut menghadirkan pembicara dari tingkat nasional, antara lain Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Sona Maesana, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kemendag RI Deden Muhammad Fajar, serta Tenaga Ahli Investasi BP Batam Billy Mambrasar. Mereka membagikan pandangan dan strategi memperkuat peran Batam dalam peta investasi regional.
Sementara itu, Ketua HIPMI Batam, Yasir Afdillah, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan kapasitas pengusaha muda.
“Kami percaya, investasi besar dimulai dari kolaborasi yang kuat. Forum ini adalah bukti konkret bahwa Batam siap menyambut peluang global,” ucap Yasir.
Dengan hadirnya ratusan pelaku usaha dari dalam dan luar negeri, forum ini menjadi wadah penting untuk membangun koneksi bisnis lintas sektor dan negara, serta memperkuat posisi Batam sebagai magnet baru investasi kawasan. (RK6)
Editor: Dana Asmara







