Menu

Mode Gelap
Pemkab Siak Kukuhkan SOTK Baru, Terjadi Mutasi Demi Kelancaran Pembayaran Gaji ASN Ikuti Seminar Peningkatan Mutu Akademik, Puluhan Mahasiswa Unilak Muntah 3 Rumah di Dusun Nadi Bangka Tengah Terseret Arus Banjir, PT TIMAH Tbk Salurkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Sepuluh Kepala Daerah dan Tiga Wartawan Raih Trofi Abyakta di HPN 2026 Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 13 Januari 2026: Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diimbau Waspada Kecelakaan Tunggal di Pelalawan, Sepasang Karyawan Bank Tewas

Tanjungpinang

Pulau Penyengat Siap Disulap Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia, Ikon Bahasa Indonesia Jadi Pusat Perhatian

badge-check


					Foto bersama sosialisasi rencana penataan kawasan Pulau Penyengat tahap III tahun 2025, digelar Pemprov Kepri bersama Kementerian PUPR, di Balai Kelurahan Penyengat. Perbesar

Foto bersama sosialisasi rencana penataan kawasan Pulau Penyengat tahap III tahun 2025, digelar Pemprov Kepri bersama Kementerian PUPR, di Balai Kelurahan Penyengat.

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pulau Penyengat, permata sejarah di Tanjungpinang, akan memasuki babak baru sebagai destinasi wisata budaya dan religi berkelas dunia. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Kementerian PUPR resmi memulai tahap III penataan kawasan pada 2025, yang dikemas dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan nuansa kearifan lokal Melayu.

Rencana ambisius ini dipaparkan dalam sosialisasi yang digelar di Balai Kelurahan Penyengat, Senin (11/8) malam, menampilkan video dan master plan Tugu Bahasa—ikon yang diharapkan menjadi simbol sejarah lahirnya bahasa Indonesia.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa penataan Pulau Penyengat akan mengintegrasikan fasilitas wisata modern dengan identitas Melayu yang kuat.

“Pulau Penyengat akan menjadi pusat wisata budaya dan religi yang memancarkan ciri khas nasional. Dukungan masyarakat adalah kunci suksesnya pembangunan ini,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, menambahkan bahwa proyek ini tak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga berpotensi besar menggerakkan perekonomian warga.

“Kami siap berkolaborasi untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya warga Penyengat,” katanya.

Pulau Penyengat sendiri menyimpan 46 situs bersejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Kepri, Rocky Adam, menjelaskan bahwa tahap ketiga penataan meliputi pembangunan Plaza Penyambut, Pelataran Balai Adat, jalan lingkungan, lansekap, storytelling interaktif, dan artwork.

“Kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan tepat waktu, tepat sasaran, dan bebas korupsi,” tegasnya.

Sosialisasi ini dihadiri pejabat provinsi, Ketua LAM Kepri, kontraktor, tokoh masyarakat, dan sekitar 50 warga yang antusias menantikan wajah baru Pulau Penyengat—yang tak lama lagi siap menyambut wisatawan dari seluruh penjuru dunia. (RK9)

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Tanjungpinang Juara Turnamen Minisoccer Piala Ketua DPRD Kepri 2026

10 Januari 2026 - 19:08 WIB

PWI Tanjungpinang Matangkan Persiapan HPN 2026 Bersama DPRD

7 Januari 2026 - 11:25 WIB

Kejari Tanjungpinang Buka Proses Hukum Pasar Puan Ramah, Tegaskan Penyidikan Berjalan dan Terbuka pada Partisipasi Publik

7 Januari 2026 - 11:20 WIB

Perkuat Peran Pers, Berikut Dua Lomba Oleh PWI Tanjungpinang

3 Januari 2026 - 15:20 WIB

Semarak HPN 2025, Berikut Perlombaan Menarik Disiapkan Panitia.

2 Januari 2026 - 10:46 WIB

Trending di Tanjungpinang