RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah menyiapkan Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, sebagai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan menjadi model kampung nelayan modern di Indonesia. Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau langsung lokasi di Sembulang, Rempang, Rabu (27/8/2025).
Program ini dirancang tidak sekadar membangun fasilitas, melainkan juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Saat ini terdapat 561 Kepala Keluarga yang tinggal di kawasan tersebut, dengan 364 di antaranya berprofesi sebagai nelayan.
Rata-rata pendapatan nelayan Sembulang yang kini berada di angka Rp4,7 juta per bulan diproyeksikan melonjak hingga Rp6,38 juta setelah intervensi program, atau naik 35,7 persen. Selain itu, pembangunan kampung nelayan ini juga diperkirakan menciptakan 414 lapangan kerja baru serta meningkatkan produksi perikanan dari 700 ton menjadi 800 ton per tahun.
Komoditas utama nelayan Sembulang antara lain rajungan, teri, baronang, dan kerapu. Untuk mendukung aktivitas tersebut, pemerintah akan membangun berbagai fasilitas seperti tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, gudang beku portabel, SPDN, hingga pusat kuliner ikan segar.
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa keberhasilan program bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
“Bapak-bapak harus kompak, nelayan harus maju. Semua program ini dari masyarakat untuk masyarakat kelola,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menilai program KNMP di Rempang dapat menjadi percontohan nasional.
“Kampung nelayan ini bisa menjadi model modernisasi yang tetap berbasis kearifan lokal, sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir semakin meningkat,” katanya.
Pemerintah menargetkan pembangunan rampung dalam waktu empat bulan ke depan. Kehadiran KNMP di Rempang diharapkan tak hanya mengubah wajah kampung nelayan, tetapi juga memperkuat ekonomi maritim Batam. (RK6)








