Menu

Mode Gelap
‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau Laos Menuju ASEAN Tahun 2045 BRK Syariah Bengkalis Dukung Semangat Kebersamaan pada Senam Bersama Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis Kunjungan Kerja Seskoau ke LAMR Bahas Ketahanan Energi Nasional Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan Polres Bengkalis Ungkap Kasus Dugaan Peredaran Sabu di Bengkalis, Satu Orang Diamankan Polsek Pinggir Gagalkan Peredaran Sabu, Pengedar Diamankan dengan Barang Bukti 1,96 Gram

Batam

Kampung Nelayan Merah Putih di Rempang Disiapkan Jadi Percontohan Nasional

badge-check

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra  meninjau calon KNMP di Sembulang, Batam. F : Ist Perbesar

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra meninjau calon KNMP di Sembulang, Batam. F : Ist

RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah menyiapkan Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, sebagai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan menjadi model kampung nelayan modern di Indonesia. Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau langsung lokasi di Sembulang, Rempang, Rabu (27/8/2025).

Program ini dirancang tidak sekadar membangun fasilitas, melainkan juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Saat ini terdapat 561 Kepala Keluarga yang tinggal di kawasan tersebut, dengan 364 di antaranya berprofesi sebagai nelayan.

Rata-rata pendapatan nelayan Sembulang yang kini berada di angka Rp4,7 juta per bulan diproyeksikan melonjak hingga Rp6,38 juta setelah intervensi program, atau naik 35,7 persen. Selain itu, pembangunan kampung nelayan ini juga diperkirakan menciptakan 414 lapangan kerja baru serta meningkatkan produksi perikanan dari 700 ton menjadi 800 ton per tahun.

Komoditas utama nelayan Sembulang antara lain rajungan, teri, baronang, dan kerapu. Untuk mendukung aktivitas tersebut, pemerintah akan membangun berbagai fasilitas seperti tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, gudang beku portabel, SPDN, hingga pusat kuliner ikan segar.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa keberhasilan program bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
“Bapak-bapak harus kompak, nelayan harus maju. Semua program ini dari masyarakat untuk masyarakat kelola,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menilai program KNMP di Rempang dapat menjadi percontohan nasional.
“Kampung nelayan ini bisa menjadi model modernisasi yang tetap berbasis kearifan lokal, sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir semakin meningkat,” katanya.

Pemerintah menargetkan pembangunan rampung dalam waktu empat bulan ke depan. Kehadiran KNMP di Rempang diharapkan tak hanya mengubah wajah kampung nelayan, tetapi juga memperkuat ekonomi maritim Batam. (RK6)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Prakiraan Cuaca Kepri, Senin 27 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

27 Juli 2026 - 00:01 WIB

Pansus DPRD Audiensi ke BP Batam, Perkuat Sinergi dalam Penyusunan Ranperda Pengelolaan Sampah

22 Juli 2026 - 17:16 WIB

Persembahkan Marwah Melayu, Baiq Tri Astuti Rebut Gelar Best Catwalk IKWI

22 Juli 2026 - 14:27 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Sabtu, 18 Juli 2026: Berawan hingga Hujan Ringan, Warga Diminta Waspadai Perubahan Cuaca

18 Juli 2026 - 00:01 WIB

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

14 Juli 2026 - 19:11 WIB

Trending di Batam