Menu

Mode Gelap
TJA Minta Maxim Stop Rekrutmen Driver Baru, Tunduk Terhadap Pergub Tarif Atas Bawah MTI Kepri: DPRD dan Dishub Sebaiknya Beri Pemahaman, Bukan Harapan Palsu kepada Driver Online Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 11 Februari 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Telan Anggaran Rp233,48 Juta, DPRD Meranti Tinjau Pembangunan Duiker Simpang Puskemas Zona Integritas Diresmikan, Imigrasi Selatpanjang Bidik WBK dan WBBM Kades Batu Berapit Apresiasi Wartawan Anambas, Berkah Terima Bantuan Sembako HPN 2026

Pekanbaru

Profil Khariq Anhar, Mahasiswa Unri Berprestasi, Dipolisikan Rektor, Tersangka UU ITE

badge-check


					Khariq Anhar saat demo terkait rekrutmen polisi minimal sarjana. (Foto ig Kharig Anhar). Perbesar

Khariq Anhar saat demo terkait rekrutmen polisi minimal sarjana. (Foto ig Kharig Anhar).

RiauKepri.com, PEKANBARU- Nama Khariq Anhar belakangan kembali mencuat di ruang publik setelah ia ditangkap Polda Metro Jaya pada Jumat (29/8/2025) di Bandara Soekarno-Hatta, sehari pasca mengikuti aksi demonstrasi di Jakarta. Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau (Unri) ini kini resmi berstatus tersangka atas dugaan pelanggaran UU ITE.

Bagi sebagian warga Riau, nama Khariq bukanlah hal baru. Ia dikenal sebagai mahasiswa vokal, kritis, sekaligus berprestasi. Bagi komunitas kampus, Khariq adalah sosok aktivis yang sudah lama bersuara lantang menyuarakan isu keadilan, pendidikan, dan demokrasi.

Kritik ke Kampus, Kritik ke Negara

Sebelum kasus penangkapannya viral, Khariq sempat menjadi perbincangan publik karena dipolisikan oleh pihak rektorat Unri sendiri, usai menyuarakan kritik terhadap mahalnya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Keberaniannya mengangkat isu ini secara terbuka membuatnya sempat menghadapi tekanan dari lingkungan kampus.

Namanya semakin diperhatikan publik setelah aksi demonstrasi mahasiswa tanggal 14 Agustus 2025, di mana ia bersama rekan-rekannya menyuarakan kritik terhadap kebijakan rekrutmen Polri yang masih membuka jalur pendidikan SMA. Khariq menilai, rekrutmen anggota kepolisian seharusnya memprioritaskan lulusan sarjana demi meningkatkan profesionalitas dan kualitas aparat penegak hukum.

Kritik itu berbasis pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mempertanyakan level pendidikan minimum dalam penerimaan anggota Polri. Namun, alih-alih dijawab dengan diskusi, data pribadi Khariq disebar di media sosial. Ia menjadi korban doksing, yang membuatnya merasa terancam.

“Tujuan saya hanya ingin kualitas polisi meningkat. Tapi cara balasannya mirip zaman awal Orde Baru,” kata Khariq di akun instagramnya.

Peraih Banyak Penghargaan

Lahir dan besar di Riau, Khariq yang pada tahun 2024 tercatat sebagai mahasiswa semester delapan Fakultas Pertanian Unri. Di luar gerakan mahasiswa, ia juga aktif menulis dan dikenal sebagai pendiri komunitas literasi @kalistra.unri, yang fokus pada pengembangan budaya baca dan diskusi kritis di kalangan mahasiswa.

Prestasi akademik yang mengesankan:

1. Golden Award Talenta Entrepreneur WMK Aksi Pemuda UNRI 2022

2. Mahasiswa Berprestasi IP Tertinggi Faperta Unri 2021

3. Juara 1 National Essay Competition Nada Dering 2022

4. Juara 1 Debat FEB Expo 2022

5. Juara 1 Esai Agrifest 2022

5. Juara 1 Debat Sosiologi Expo 2022

6. Juara 1 LKTI Gebyar Mahasiswa Bidikmisi 2020

Organisasi kampus:

1. Gubernur BEM Faperta Unri 2023

2. Ketua Komunitas Literasi dan Sastra Universitas Riau

3. Sekretaris Umum LSI Nurul Falah 2021

3. Protokoler BEM Faperta, staf pengkajian URC, dan kaderisasi di berbagai lembaga kampus lainnya

Ke Proses Hukum

Pasca penangkapannya, Khariq dituduh menyunting konten dari salah satu portal berita online dan membagikannya melalui akun Instagram Aliansi Mahasiswa Penggugat. Unggahan itu mengubah pernyataan Ketua KSPI Said Iqbal, sehingga dinilai menyesatkan dan melanggar hukum.

Polisi menjerat Khariq dengan Pasal 32 ayat (1), Pasal 32 ayat (2), dan Pasal 35 UU ITE. Saat ini, ia tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.

Pihak LBH Pekanbaru bersama Tim Advokasi untuk Demokrasi menyatakan siap memberi pendampingan hukum penuh kepada Khariq. Bagi sebagian pihak, penangkapan ini dianggap mencemaskan karena menunjukkan bahwa kritik melalui media sosial berpotensi dibungkam dengan jerat hukum.

Kini, publik menanti bagaimana proses hukum akan berjalan. Namun satu hal yang pasti, Khariq Anhar bukan hanya mahasiswa biasa, ia adalah representasi dari generasi muda Riau yang bersuara dan tak gentar menanggung risikonya. (RK1/berbagai sumber)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Siak, Ternak Ayam dan Kucing Jadi Mangsa

9 Februari 2026 - 18:56 WIB

Bentrok Berdarah di Rohul, Satu Tewas, Polisi Amankan 12 Orang

9 Februari 2026 - 13:47 WIB

Kenduri Wartawan

8 Februari 2026 - 11:13 WIB

LAMR Kecam Perburuan Gajah di Pelalawan, Serukan Warisi Alam untuk Anak Cucu

7 Februari 2026 - 07:53 WIB

Gading

7 Februari 2026 - 06:20 WIB

Trending di Minda