Menu

Mode Gelap
Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Sabu 50,01 Gram di Talang Muandau Sayang Bini Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia Prakiraan Cuaca Kepri, Ahad 26 Juli 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Daerah Reses di Jemaja Timur, Ismeth Abdullah Tegaskan Aspirasi Masyarakat Akan Diperjuangkan ke Pusat

Riau

Ketika Yulia Suhardiman Membawa Suara Seniman dan Ruang Panas Musenda DKR

badge-check

Yulia Suhardiman saat menyampaikan gagasannya dalam Musenda DKR. Perbesar

Yulia Suhardiman saat menyampaikan gagasannya dalam Musenda DKR.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Udara di Aula M. Yazid Bin Tomel siang itu panas. Tak ada penyejuk udara, hanya dua kipas angin portable yang berusaha mendorong hawa gerah ke sudut-sudut ruangan. Di platform aula, beberapa kipas angin dinding tampak tergantung tak berguna, hanya dua yang berfungsi.

Namun, tidak ada yang mengeluh. “Ruangan boleh panas, tapi jalannya Musenda tetap dengan hati yang dingin,” ujar Ketua Panitia Musenda, Hendra Burhan, saat meyampaikan laporan, Jumat (5/9/2025).

Sebelum acara dimulai, sebuah mobil Toyota Innova berplat hitam-putih berhenti di pelataran kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru. Tak ada tabuhan kompang, tak ada sambutan berlebihan. Hanya satu orang wanita paruh baya keluar dari mobil itu. Ia mengenakan hijab dan pakaian sederhana. Wajahnya polos, hanya dibalut tipis pelembap.

Dia adalah Yulia Suhardiman, istri Bupati Kuantan Singingi (Kuansing). Namun hari itu, dia tidak datang sebagai istri pejabat. Ia hadir sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Kuansing.

Tak ada barisan protokoler yang sibuk mengatur langkahnya. Hanya sesekali terlihat petugas mengecek di mana seharusnya ia duduk. Tempat duduk Yulia berada di barisan depan, bersama para ketua dewan kesenian kabupaten/kota lainnya. Ia adalah peserta penuh Musenda, dengan hak bicara, hak memilih, dan dipilih.

Musenda DKR siang itu berlangsung hangat, bukan hanya karena suhu ruangan, tetapi juga karena dinamika pembicaraan. Yulia menyimak dengan saksama, mengikuti satu per satu tahapan sidang. Bukan hadir hanya untuk formalitas, ia datang dengan ide. Salah satunya, pentingnya monitoring dan evaluasi dari DKR terhadap kegiatan seni di tingkat kabupaten/kota.

“Tanpa monev, sulit membangun sinergi kebudayaan yang utuh di Riau,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar pengurus DKR ke depan melibatkan unsur perwakilan dari dewan kesenian kabupaten/kota. “Agar kita benar-benar bisa satu frekuensi,” ucapnya.

Yang menarik, Yulia memuji proses Musenda yang menurutnya bebas dari intervensi. Semua berjalan alami. Begitu juga saat pemilihan ketua umum DKR periode 2025–2030 yang akhirnya dimenangkan oleh Jefrizal.

Menjelang magrib, sidang diskors hingga pukul 20.00 WIB. Beberapa peserta mengira Yulia tidak akan kembali. Namun, tepat saat skor dicabut, Yulia sudah duduk kembali di tempatnya. Tidak terlambat satu menit pun.

“Beliau paling disiplin,” kata seorang panitia Musenda, Siska Armiza.

Kehadiran Yulia sepanjang acara mencuri perhatian. Bukan karena status sosialnya, tapi karena sikapnya yang membumi. “Seorang istri pejabat besar mau mengikuti Musenda dari awal hingga akhir, ini luar biasa. Apalagi penampilannya sangat sederhana, jauh dari kesan glamor,” sambung Siska Armirza.

Dalam ruang yang panas, tanpa fasilitas mewah, Yulia duduk sejajar. Ia tak membawa bayang-bayang kekuasaan, hanya semangat kebersamaan dalam dunia seni. Sebab, seperti yang ia tunjukkan hari itu: seni tak mengenal kasta. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia

26 Juli 2026 - 07:37 WIB

Pemprov Riau Percepat Implementasi SP2D Online, Pembayaran Gaji ASN Kini Lebih Cepat

25 Juli 2026 - 07:20 WIB

Kelemahan Melayu

25 Juli 2026 - 06:32 WIB

Bupati Afni dan Menkeu Purbaya Bertemu, Suasana Reuni Warnai Silaturahmi

24 Juli 2026 - 22:34 WIB

Trending di Nasional