Menu

Mode Gelap
‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau Laos Menuju ASEAN Tahun 2045 BRK Syariah Bengkalis Dukung Semangat Kebersamaan pada Senam Bersama Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis Kunjungan Kerja Seskoau ke LAMR Bahas Ketahanan Energi Nasional Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan Polres Bengkalis Ungkap Kasus Dugaan Peredaran Sabu di Bengkalis, Satu Orang Diamankan Polsek Pinggir Gagalkan Peredaran Sabu, Pengedar Diamankan dengan Barang Bukti 1,96 Gram

Batam

Batam Susun Kajian Risiko Bencana 2025–2029, Wujudkan Kota Tangguh dan Aman

badge-check

Foto bersama Sosialisasi Penyusunan Kajian Resiko Bencana (KRB) Kota Batam tahun 2025- 2029, di Aula Kantor Wali Kota Batam. Perbesar

Foto bersama Sosialisasi Penyusunan Kajian Resiko Bencana (KRB) Kota Batam tahun 2025- 2029, di Aula Kantor Wali Kota Batam.

RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam mulai menyusun Kajian Risiko Bencana (KRB) periode 2025–2029 sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan daerah dalam menghadapi potensi bencana. Sosialisasi penyusunan KRB resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Batam, Yusfa Hendri, di Aula Kantor Wali Kota Batam, Kamis (11/9/2025).

Yusfa menjelaskan, meski secara ekologi Batam tidak termasuk daerah rawan bencana, dokumen KRB sangat penting untuk memastikan setiap pihak siap menghadapi kemungkinan terburuk. “Kita berharap Batam terus terjaga dari bencana, sehingga tetap tumbuh sebagai kota perdagangan, industri, dan pariwisata. Namun, mitigasi dan kesiapsiagaan tetap harus kita siapkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penyusunan KRB tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, masukan dari peserta sosialisasi akan memperkuat hasil kajian sehingga lebih aplikatif. “Kami percaya bapak ibu peserta memiliki kompetensi yang baik untuk memberikan saran dalam penyusunan KRB ini,” tambah Yusfa.

Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam, kata Yusfa, menjadi momentum penting untuk memperkuat manajemen kebencanaan di tingkat daerah. BPBD yang baru berdiri itu diharapkan bisa menjadi motor penggerak dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi.

Kepala BPBD Batam, Agus Bendri, dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan sosialisasi diikuti oleh 120 peserta dari berbagai unsur, seperti instansi vertikal, akademisi, jurnalis, TNI, Polri, perusahaan, dan lembaga terkait lainnya.

Menurut Agus, KRB nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana penanggulangan bencana, sekaligus pedoman pembangunan daerah yang berorientasi pada keselamatan masyarakat. “Kajian ini sangat penting untuk membentuk Batam sebagai kota tangguh bencana,” ujarnya.

Melalui penyusunan KRB 2025–2029, Pemerintah Kota Batam menargetkan adanya peta risiko yang lebih komprehensif, sehingga setiap kebijakan pembangunan dapat memperhitungkan aspek keselamatan dan keberlanjutan. Dengan begitu, Batam diharapkan tidak hanya berkembang sebagai pusat ekonomi, tetapi juga aman dan tangguh dalam menghadapi bencana. (RK6)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Prakiraan Cuaca Kepri, Senin 27 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

27 Juli 2026 - 00:01 WIB

Pansus DPRD Audiensi ke BP Batam, Perkuat Sinergi dalam Penyusunan Ranperda Pengelolaan Sampah

22 Juli 2026 - 17:16 WIB

Persembahkan Marwah Melayu, Baiq Tri Astuti Rebut Gelar Best Catwalk IKWI

22 Juli 2026 - 14:27 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Sabtu, 18 Juli 2026: Berawan hingga Hujan Ringan, Warga Diminta Waspadai Perubahan Cuaca

18 Juli 2026 - 00:01 WIB

BRK Syariah Gelar FGD Bahas Recovery Plan 2025 dan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK RI

14 Juli 2026 - 19:11 WIB

Trending di Batam