RiauKepri.com, JAKARTA- Bupati Siak, Afni Zulkifli menemui Kepala SKK Migas Djoko Siswanto untuk membahas berbagai isu strategis yang menyangkut keberlanjutan dan perbaikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Siak Pusako (BSP), serta menyuarakan langsung kepentingan masyarakat di wilayah terdampak operasional migas, khususnya di Kecamatan Minas.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Bupati Afni yang didampingi Plt Direktur PT BSP Raihan, Ketua DPRD Siak Indera Gunawan, dan Assisten 2 Sekdakab Siak Herianto, menyampaikan bahwa PT BSP, perusahaan daerah yang memiliki andil dalam industri migas di Riau sedang menghadapi sejumlah tantangan baik secara internal maupun eksternal.
“Banyak hal yang harus dibenahi, dari sisi manajemen hingga relasi eksternal. Ini demi memastikan BSP tetap berdaya saing dan berkontribusi maksimal bagi daerah,” kata Afni dalam keterangannya, Kamis (11/9/2025).
Tak hanya soal korporasi, Afni juga membawa suara warga Minas, kecamatan yang masuk dalam ring satu operasional Pertamina Hulu Rokan (PHR). Ia mengungkapkan bahwa sebagian masyarakat di wilayah tersebut masih mengalami kesulitan dalam mengakses air bersih, suatu ironi di tengah aktivitas industri energi berskala besar.
“Kami juga menyampaikan aspirasi warga Minas, yang hingga kini masih kesulitan air bersih. Ini menjadi perhatian serius karena mereka berada langsung di sekitar aktivitas hulu migas,” jelas Afni.
Selain itu, Pemkab Siak juga telah merencanakan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Telago Batin Bungsu, Minas. Namun, rencana tersebut masih menghadapi sejumlah hambatan dan membutuhkan dukungan dari para pemangku kepentingan, termasuk SKK Migas dan PHR.
“Kami berharap ada sinergi yang lebih kuat untuk mewujudkan fasilitas publik seperti RTH di Telago Batin Bungsu, agar masyarakat juga merasakan manfaat konkret dari keberadaan industri migas,” ujarnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik tolak perbaikan tata kelola BUMD BSP serta percepatan penyelesaian persoalan sosial-lingkungan di wilayah terdampak migas. (RK1)







