Menu

Mode Gelap
Milad ke-33 Dapen Bankriaukepri, Bukti Konsistensi dan Kepercayaan yang Terjaga Polsek Rangsang Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran di Tanjung Kedabu  Pelarian Berakhir, DPO Kasus Sabu Diciduk di Lintas Duri–Dumai Kecamatan Bathin Solapan Tempat Rawan Narkoba Disasar Polisi, Pengedar Sabu-Ganja Berhasil Diringkus Ketua PMI Bintan Buka Seminar Kesehatan dan Donor Darah di STAIN SAR Kepri Dari Keterbatasan ke Kesempatan: Kisah Mahasiswa STIE Cakrawala Terbantu Beasiswa BRK Syariah

Riau

Dana Transfer Dipangkas, Bupati Siak: Susun Anggaran Secara Realistis dan Tepat Sasaran

badge-check


					Bupati Siak Afni Zulkifli. Perbesar

Bupati Siak Afni Zulkifli.

RiauKepri.com, SIAK– Pemerintah Kabupaten Siak menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 dengan pendekatan realistis menyusul berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat secara signifikan.

Hal itu disampaikan Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 pada Selasa (7/10/2025), di Kantor Bupati, Ruang Raja Indra Pahlawan.

Bupati Afni mengungkapkan, penurunan dana transfer menyebabkan ruang fiskal daerah menjadi sempit, sehingga penyusunan anggaran harus dilakukan dengan lebih cermat dan selektif. Pendapatan daerah 2026 diproyeksikan sebesar Rp1,951 triliun, turun drastis dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp2,999 triliun.

“Intinya kami menyusun anggaran 2026 dengan angka yang lebih realistis karena memang terjadi penurunan sekitar satu triliun. Tapi meskipun realistis, kami tetap optimistis akan ada potensi peningkatan PAD yang nanti bisa dikoreksi dalam APBD Perubahan,” kata Afni.

Ia menjelaskan, angka Rp1,951 triliun digunakan karena mencerminkan kondisi faktual fiskal daerah. Dengan dasar itu, pemerintah akan menyesuaikan belanja agar lebih tepat sasaran, efisien, dan sesuai kebutuhan prioritas masyarakat.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh pemotongan dan penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat. Tercatat, komposisi pendapatan Siak tahun 2026 masih sangat bergantung pada dana transfer pusat yang mencapai 78,9 persen. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) diperkirakan hanya sebesar Rp411,58 miliar, turun dari Rp531 miliar tahun sebelumnya.

Bupati Afni menegaskan, Pemkab Siak akan mengoptimalkan berbagai sumber PAD, termasuk pajak daerah, retribusi, peningkatan kinerja BUMD, serta mendorong inovasi pembiayaan dan digitalisasi sektor fiskal. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah keterbatasan fiskal.

Selain menyoroti masalah keuangan, Bupati juga menegaskan bahwa RPJMD 2025–2029 merupakan komitmen moral pemerintah untuk mewujudkan pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan berbasis ekologi. Visi “Siak Hebat, Bermartabat, Berkarakter Budaya Melayu, dan Berdaya Saing Berbasis Ekologi” menjadi arah utama pembangunan lima tahun ke depan. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

10 Nama Lolos Administrasi Calon Direktur BSP, Lanjut UKK di Jakarta

14 April 2026 - 11:43 WIB

Gerindra Puji Bupati Siak, Minta Kepala Daerah Lain Meniru

14 April 2026 - 07:56 WIB

Warga Minas Tutup Jalan Provinsi, Bupati Siak Lapor Gubernur Riau

13 April 2026 - 10:52 WIB

Kolaborasi PT BSP dan World Cleanup Day Riau Tanam 2.000 Pohon di Kampung Dosan

12 April 2026 - 16:26 WIB

Bupati Siak Ajak FKPMR dan Legislator Riau Kompak Perjuangkan Keadilan Fiskal Daerah

12 April 2026 - 15:33 WIB

Trending di Pekanbaru