Menu

Mode Gelap
Upaya Pemkab Siak Menghadirkan Listrik ke Pelosok Mulai Berbuah Hasil BSP Turunkan Long Arm Bersihkan Kanal Ring 1 di Dosan, Banjir Berangsur Surut Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APKASI di Batam Sempena HPN, PWI Kepri Utus Tiga Anggotanya Ikuti Pelatihan Militer di Akmil Magelang Intelektualitas Tanpa Etika Cuaca Kepri Senin, 19 Januari 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

Nasional

IKPKR Jawa Barat Sambut Hangat Kontingen PGRI Kepri, Tegaskan Soliditas Guru Melayu di PORSENIJAR Nasional 2025

badge-check


					Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025, digelarnya PORSENIJAR 2025 di Kampus UPI Bandung. F: Ist Perbesar

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025, digelarnya PORSENIJAR 2025 di Kampus UPI Bandung. F: Ist

RiauKepri.com, JAWA BARAT – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional tahun ini ditandai dengan digelarnya PORSENIJAR 2025 di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Ajang berskala nasional tersebut mempertemukan guru-guru dari 38 provinsi dalam kompetisi olahraga, seni, dan pembelajaran.

Tahun 2025, PORSENIJAR mengangkat tema “Mewujudkan Guru Sehat, Kreatif, Sportif, Profesional, dan Berbudaya Menuju Indonesia Maju.” Tema ini menjadi penegasan bahwa peningkatan kualitas guru tidak hanya ditopang oleh kompetensi akademik, tetapi juga kesehatan, kreativitas, serta karakter berbudaya.

Di tengah kemeriahan pembukaan kegiatan, kontingen PGRI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi sorotan karena penyambutan hangat dari Ikatan Keluarga Provinsi Kepulauan Riau (IKPKR) Jawa Barat. Penyambutan ini mencerminkan kedekatan emosional sesama perantau dari Tanah Melayu.

Setibanya di Bandung, para peserta disambut dengan prosesi penyematan syal oleh pengurus IKPKR Jawa Barat. Tradisi kecil namun sarat makna tersebut menjadi simbol penghormatan dan bentuk dukungan moril bagi para guru dari Kepri.

Wakil Ketua IKPKR Jawa Barat, Agus Tarman, datang langsung menyambut rombongan. Ia menegaskan bahwa solidaritas masyarakat Melayu tidak mengenal jarak maupun batas daerah.

“Kami menyambut saudara-saudara dari Kepri dengan sepenuh hati. Orang Melayu berkata, ‘Ke laut sama direnangi, ke darat sama dijinjing.’ Artinya, kita saling menopang dan menguatkan,” ujarnya.

Agus berharap kontingen Kepri tampil maksimal selama rangkaian kegiatan PORSENIJAR. Menurutnya, prestasi yang diraih para guru bukan hanya bentuk kebanggaan pribadi, tetapi juga representasi marwah daerah.

Ketua IKPKR Jawa Barat, Faisal, juga menyampaikan pesan khusus meski tidak dapat hadir. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai pendidik di panggung nasional.

“Jagalah marwah guru, junjung sportivitas, dan harumkan nama daerah. Semoga perjalanan ini membawa keberkahan dan prestasi untuk Kepulauan Riau,” tuturnya.

Sambutan penuh kehangatan itu disambut haru oleh Ketua Kontingen PGRI Kepri, Parida. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas keramahan para perantau yang dianggap sebagai keluarga sendiri.

“Dimana pun kami berada, terasa hadirnya orang Melayu yang menyambut dengan hati terbuka. Sambutan ini memberikan energi besar untuk tampil percaya diri,” ujarnya.

Parida juga meminta doa restu agar seluruh peserta dari Kepri dapat berkompetisi dengan penuh semangat dan menorehkan hasil terbaik di ajang tahun ini.

Dari tempat terpisah, Ketua Dewan Penasehat PGRI Kepri, Ahmad Adib Zein, turut memberikan doa dan dukungan. Ia berharap kontingen Kepri meraih kemenangan yang membawa harum nama daerah di tingkat nasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pengurus IKPKR Jawa Barat yang telah memberikan fasilitas dan pendampingan kepada rombongan sejak tiba di Bandung.

Setelah rangkaian penyambutan, rombongan diarahkan menuju aula utama UPI untuk mengikuti pembukaan resmi PORSENIJAR. Kegiatan meliputi doa, sambutan dari berbagai pihak, hingga sesi ramah tamah antarkontingen.

Kehadiran guru-guru dari Kepri dengan dukungan penuh IKPKR Jawa Barat menjadi cermin kuatnya persaudaraan sesama anak Melayu di tanah rantau. Kolaborasi itu sekaligus menegaskan bahwa peran guru bukan hanya mencerdaskan bangsa, tetapi juga merawat nilai-nilai budaya.

Momentum itu diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarprovinsi dalam bingkai PGRI Nasional. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Agenda Krusial SIWO di HPN 2026: SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027

16 Januari 2026 - 20:14 WIB

Audiensi dengan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Tetap Wartawan

14 Januari 2026 - 07:10 WIB

3 Rumah di Dusun Nadi Bangka Tengah Terseret Arus Banjir, PT TIMAH Tbk Salurkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak

13 Januari 2026 - 15:44 WIB

Sepuluh Kepala Daerah dan Tiga Wartawan Raih Trofi Abyakta di HPN 2026

13 Januari 2026 - 14:27 WIB

ASEAN Bersiap Sambut Mata Uang BRICS, Indonesia Berpeluang Jadi Penghubung Perdagangan Regional

12 Januari 2026 - 09:33 WIB

Trending di Nasional