RiauKepri.com, PEKANBARU – Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif. Momentum tersebut terlihat saat Festival Inklusi Nasional dan Fadiksi Expo 2025 dibuka pada 24–25 November 2025, ditandai dengan penyerahan delapan alat bantu dengar kepada mahasiswa disabilitas oleh Abiseka Pekanbaru.
Rektor Unilak, Prof. Dr. Junaidi, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi tersebut. Ia menyebutkan bahwa dukungan seperti ini bukan hanya bantuan fisik, tetapi wujud kolaborasi penting dalam memperluas akses pendidikan bagi penyandang disabilitas.
“Terima kasih kepada Abiseka Pekanbaru atas kepeduliannya. Alat bantu ini sangat penting untuk mendukung proses belajar dan aktivitas mahasiswa disabilitas, baik di kampus maupun di lingkungan sosial mereka,” ujar Prof. Junaidi.
Menurutnya, Unilak telah membuka pintu bagi mahasiswa disabilitas sejak 2022, dan terus mengembangkan pendekatan pembelajaran inklusif. Mahasiswa dengan kebutuhan khusus belajar bersama mahasiswa umum sebagai bagian dari model inclusive learning yang diterapkan kampus.
Untuk menunjang proses tersebut, Unilak menyediakan pendamping yang menguasai bahasa isyarat. Langkah ini dinilai penting agar penyampaian materi perkuliahan dapat diterima secara optimal oleh mahasiswa disabilitas.
Prof. Junaidi juga mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa disabilitas Unilak berkuliah di Prodi Bisnis Digital serta Pendidikan Khusus. Seluruhnya mendapatkan beasiswa sebagai bentuk komitmen universitas memberikan kesempatan pendidikan yang setara.
“Kami sudah mendirikan Pusat Layanan Psikologi dan Disabilitas, serta membentuk relawan mahasiswa disabilitas. Beberapa dari mereka bahkan sudah menyelesaikan magang di Bank Riau Kepri,” tambahnya.
Festival Inklusi Nasional dan Fadiksi Expo 2025 berlangsung meriah dengan beragam kegiatan, mulai dari bazar UMKM, servis motor gratis, pemeriksaan kesehatan, hingga pertunjukan seni seperti tari, teater, dan fashion show.
Pada sesi diskusi kewirausahaan, hadir narasumber Ary Nugraha (CEO Roket Skill) dan Drs. Cup Santoso, M.Si., dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas. Diskusi dipandu dosen Fadiksi Unilak, Dina.
Acara tersebut turut dihadiri UPT Dinas Sosial Provinsi Riau, perwakilan sejumlah SMA/SMK di Pekanbaru, SLB Bina Kasih, komunitas masyarakat, relawan disabilitas, serta lebih dari 200 siswa dan mahasiswa. Kehadiran peserta yang beragam ini menunjukkan semakin kuatnya dukungan publik terhadap pendidikan inklusif di Riau. (RK2/*)







