Menu

Mode Gelap
Perjuangan Hamizan, Balita Siak dengan Kelainan Jantung, Dapat Dukungan Pemkab dan Yayasan Jantung Indonesia Dua Agenda Krusial SIWO di HPN 2026: SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 16 Januari 2026 – Umumnya Berawan dengan Potensi Hujan Lokal Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian Dusun Tua Rimba Cempedak Belum Berlistrik, Bupati Siak Janji Perjuangkan Penerangan Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

Pekanbaru

Di Hari Festival Inklusi Nasional 2025, Rektor Unilak Apresiasai Abiseka Pekanbaru

badge-check


					Penyerahan alat bantu dengar diberikan oleh Abiseka Adi Hardianto dan disaksikan Rektor Unilak Prof Junaidi SS M Hum. (Foto: ist) Perbesar

Penyerahan alat bantu dengar diberikan oleh Abiseka Adi Hardianto dan disaksikan Rektor Unilak Prof Junaidi SS M Hum. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU – Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif. Momentum tersebut terlihat saat Festival Inklusi Nasional dan Fadiksi Expo 2025 dibuka pada 24–25 November 2025, ditandai dengan penyerahan delapan alat bantu dengar kepada mahasiswa disabilitas oleh Abiseka Pekanbaru.

Rektor Unilak, Prof. Dr. Junaidi, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi tersebut. Ia menyebutkan bahwa dukungan seperti ini bukan hanya bantuan fisik, tetapi wujud kolaborasi penting dalam memperluas akses pendidikan bagi penyandang disabilitas.

“Terima kasih kepada Abiseka Pekanbaru atas kepeduliannya. Alat bantu ini sangat penting untuk mendukung proses belajar dan aktivitas mahasiswa disabilitas, baik di kampus maupun di lingkungan sosial mereka,” ujar Prof. Junaidi.

Menurutnya, Unilak telah membuka pintu bagi mahasiswa disabilitas sejak 2022, dan terus mengembangkan pendekatan pembelajaran inklusif. Mahasiswa dengan kebutuhan khusus belajar bersama mahasiswa umum sebagai bagian dari model inclusive learning yang diterapkan kampus.

Untuk menunjang proses tersebut, Unilak menyediakan pendamping yang menguasai bahasa isyarat. Langkah ini dinilai penting agar penyampaian materi perkuliahan dapat diterima secara optimal oleh mahasiswa disabilitas.

Prof. Junaidi juga mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa disabilitas Unilak berkuliah di Prodi Bisnis Digital serta Pendidikan Khusus. Seluruhnya mendapatkan beasiswa sebagai bentuk komitmen universitas memberikan kesempatan pendidikan yang setara.

“Kami sudah mendirikan Pusat Layanan Psikologi dan Disabilitas, serta membentuk relawan mahasiswa disabilitas. Beberapa dari mereka bahkan sudah menyelesaikan magang di Bank Riau Kepri,” tambahnya.

Festival Inklusi Nasional dan Fadiksi Expo 2025 berlangsung meriah dengan beragam kegiatan, mulai dari bazar UMKM, servis motor gratis, pemeriksaan kesehatan, hingga pertunjukan seni seperti tari, teater, dan fashion show.

Pada sesi diskusi kewirausahaan, hadir narasumber Ary Nugraha (CEO Roket Skill) dan Drs. Cup Santoso, M.Si., dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas. Diskusi dipandu dosen Fadiksi Unilak, Dina.

Acara tersebut turut dihadiri UPT Dinas Sosial Provinsi Riau, perwakilan sejumlah SMA/SMK di Pekanbaru, SLB Bina Kasih, komunitas masyarakat, relawan disabilitas, serta lebih dari 200 siswa dan mahasiswa. Kehadiran peserta yang beragam ini menunjukkan semakin kuatnya dukungan publik terhadap pendidikan inklusif di Riau. (RK2/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian

16 Januari 2026 - 06:12 WIB

Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

15 Januari 2026 - 18:43 WIB

‎Di Panggil Presiden Prabowo, Rektor Unilak Prof Junaidi hadir Bersama 1200 Rektor di Istana Presiden

15 Januari 2026 - 17:52 WIB

LAMR Terima Kunjungan Mahasiswa University Malaya, Perkuat Edukasi Budaya Melayu Serumpun

15 Januari 2026 - 07:10 WIB

Kejari Pelalawan Bongkar Mafia Pupuk, 15 Tersangka, 6 ASN Terjerat, Negara Jebol Rp 34 M

14 Januari 2026 - 14:53 WIB

Trending di Pekanbaru