Menu

Mode Gelap
Robot Rama Sahabat Kami, Jam Pintar, dan Paper Wash Telang: Solusi Kreatif dan Inovatif Mendukung Sekolah Ramah Anak di SD Negeri 65 Pekanbaru Riau Dari Tipidkor ke Kapolres: Rekam Jejak Karir Kapolres Meranti ke-10 KKP Lakukan Survei Topografi, Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Jemaja Timur Masuki Tahap Awal Jumat ASRI Jemaja Timur Libatkan Forkopimcam, Warga, dan Mahasiswa KKN UGM Bersihkan Lingkungan Desa Bukit Padi Camat Siantan Hadiri Buka Puasa Asyura dan Santunan Anak Yatim, Apresiasi Kepedulian Majelis Taklim Istiqomah HNSI Jemaja dan Kapolsek Perkuat Sinergi, Nelayan Diimbau Waspada Musim Angin Selatan

Pekanbaru

Dalam Pertemuan dengan LAMR: PHR Pastikan 77 Persen Tenaga Kerja Ber-KTP Riau

badge-check


					Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rafraida. (Foto: riaukepri.com) Perbesar

Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rafraida. (Foto: riaukepri.com)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Dalam kunjungan manajemen Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja Rokan ke Balai Adat pada Kamis petang (11/12), tidak hanya menjelaskan masalah penyaluran Participating Interest (PI), namun juga menjelaskan masalah
sejumlah isu lain yang berkaitan dengan komitmen perusahaan terhadap daerah. Bahkan, mereka menyebutkan 77 persen tenaga kerja ber-KTP Riau.

Penjelasan PHR ini karena dalam pertemuan itu pengurus LAMR menyoroti beberapa hal, terutama mengenai tenaga kerja lokal, peran perusahaan lokal, serta pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Timbalan DPH LAMR, Datuk H. Tarlaili, mempertanyakan sejauh mana peluang tenaga kerja bagi masyarakat tempatan benar-benar terbuka di lingkungan PHR.

Menurut Datuk Tarlaili, seluruh wilayah kerja PHR berada di atas tanah ulayat sehingga keberadaan perusahaan diharapkan membawa manfaat nyata bagi masyarakat adat dalam berbagai bentuk.

Ia juga menyinggung bahwa selain PI, masyarakat menantikan kontribusi lewat program CSR dan pemberian beasiswa yang dapat meningkatkan kualitas SDM daerah.

Ketua Umum DPH LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, turut menanyakan perkembangan peserta magang yang pernah meminta rekomendasi LAMR, namun belum menerima informasi terkait status penerimaan mereka.

Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rafraida, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini memiliki sekitar 48 ribu tenaga kerja yang terdiri dari pegawai tetap, kontrak, dan tenaga ahli daya.

Evi menyampaikan bahwa 77 persen dari total tenaga kerja tersebut merupakan warga lokal yang dibuktikan melalui KTP, dan proses rekrutmen dilakukan antara lain melalui penggantian pegawai yang pensiun.

Ia juga menambahkan bahwa tenaga kontrak atau outsourcing banyak diperoleh dari perusahaan lokal, sementara program magang yang melibatkan belasan ribu peserta disesuaikan dengan kebutuhan peningkatan kualitas SDM perusahaan.

Terkait CSR dan beasiswa, Evi menjelaskan bahwa PHR telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan pendidikan dan program sosial kepada daerah yang termasuk dalam wilayah kerja perusahaan, termasuk untuk pembangunan rumah ibadah dan sarana pendidikan. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Politik Nonagama

27 Juni 2026 - 07:49 WIB

DPC PPP Meranti Resmi Dipimpin Noli Sugiharto

26 Juni 2026 - 17:00 WIB

LAMR: Andreas Mazlan Minta Maaf, Persoalan Diselesaikan Secara Kekeluargaan

25 Juni 2026 - 19:58 WIB

LAMR Sambut WPG Riau, Harapkan Jadi Mitra Menjaga Kerukunan Masyarakat

25 Juni 2026 - 16:16 WIB

Jemput Bola ke Pasar, AO BRK Syariah Gencarkan Edukasi Gadai Emas untuk Pedagang Pasar

25 Juni 2026 - 12:55 WIB

Trending di Pekanbaru