RiauKepri.com, KUNDUR BARAT — Kelompok Tani Mitra Mandiri Desa Kundur Kecamatan Kundur Barat semula mengolah lahan pertanian dengan cangkul, sekarang sudah beralih ke mini Kultivator sumbangan dari PT TIMAH Tbk Selasa (6/1/2026)
Dukungan PT TIMAH Tbk terhadap sektor pertanian di desa Kundur terus diperhatikan diantaranya dengan memberikan bantuan sarana pertanian berupa Kultivator untuk membajak tanah pertanian, sehingga tidak menggunakan cangkul lagi
Ketua kelompok Tani Mitra Mandiri Muhammad Azhar mengatakan peralatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengolahan tanah sekaligus mempercepat proses tanam berbagai komoditas pangan.
Ia menyebutkan Kultivator tersebut sangat membantu kelompoknya yang selama ini mengolah lahan secara manual dengan menggunakan cangkul dan peralatan seadanya
“Selama ini kami mengolah tanah menggunakan cangkul secara manual, itu cukup melelahkan, tidak efektif, dan memakan waktu lama. Dengan adanya mini kultivator ini, proses menghancurkan dan meratakan tanah jadi lebih cepat dan hasilnya lebih maksimal,” ungkap Azhar.
Ia menjelaskan, alat pertanian tersebut akan digunakan untuk mengolah lahan yang ditanami komoditas hortikultura seperti jagung, ubi jalar serta sayur-mayur yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga anggota kelompok dan masyarakat sekitar, ujar Azhar
Kelompok Tani Mitra Mandiri saat ini beranggotakan 10 orang, kami menjalankan aktivitas pertanian secara gotong royong. Selain digunakan oleh anggota kelompok, alat pertanian tersebut rencananya akan disewakan kepada petani lain, hasil sewanya untuk membantu biaya perawatan dan kas kelompok, ujar Azhar
“Tujuan utama kami adalah pemberdayaan anggota kelompok dan masyarakat. Hasil pertanian ini tidak hanya untuk kebutuhan kelompok, tapi juga mendukung pangan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Selain dukungan dari PT TIMAH Tbk, kelompok tani juga sempat menerima bantuan pupuk dari pemerintah desa. Menurut Azhar, sinergi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendorong keberlanjutan sektor pertanian di Desa Kundur, ujar Azhar mengakhiri (RK14)







