RiauKepri.com, PEKANBARU– Sebanyak 280 titik panas (hotspot) terdeteksi di Provinsi Riau pada Jumat (13/2/2026). Data tersebut berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) atau BMKG.
Forecaster On Duty BMKG Riau, Ranti Kurniati, menyampaikan total hotspot di wilayah Sumatera tercatat 329 titik, dengan sebaran terbanyak berada di Riau sebanyak 280 titik.
Rinciannya, Kabupaten Bengkalis mendominasi dengan 207 hotspot, disusul Pelalawan 16 titik, Siak 11 titik, Indragiri Hilir 10 titik, Kepulauan Meranti 10 titik, Kota Dumai 9 titik, Rokan Hilir 7 titik, Kampar 5 titik, Rokan Hulu 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik, dan Kuantan Singingi 1 titik.
Sementara itu Pemerintah Provinsi Riau resmi menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terhitung mulai 13 Februari hingga 30 November 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau), M Edy Afrizal, mengatakan Surat Keputusan penetapan status siaga darurat telah ditandatangani oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto.
“SK penetapan status siaga darurat Karhutla provinsi Riau sudah diteken oleh Pak Plt Gubernur. Siaga darurat Karhutla di Riau dimulai 13 Februari hingga 30 November 2026,” kata Edy.
Menurutnya, penetapan status tersebut berdasarkan hasil rapat bersama Forkopimda Riau dan instansi terkait lainnya. Keputusan diambil dengan mempertimbangkan curah hujan yang mulai menurun serta telah ditemukannya sejumlah kejadian karhutla di beberapa daerah.
“Kami sebelumnya juga sudah melakukan rapat bersama Forkopimda Riau dan instansi terkait lainnya. Hasilnya, mengingat kondisi saat ini yang curah hujannya sudah menurun dan sudah ditemukan beberapa daerah yang terjadi Karhutla, maka diusulkan untuk penetapan status tersebut,” ujarnya.
Pasca penetapan status siaga darurat, Pemprov Riau akan mengajukan permohonan dukungan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) berupa helikopter water bombing, helikopter patroli, serta operasi modifikasi cuaca.
“Kami akan segera kirimkan surat ke pemerintah pusat melalui BNPB untuk meminta dukungan helikopter baik water bombing dan patroli. Termasuk juga kegiatan operasi modifikasi cuaca,” ucapnya.
Di lapangan, Tim Pemadaman Darat Manggala Agni Riau Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera melakukan pemadaman Karhutla di 12 lokasi di sejumlah daerah di Riau.
Koordinator Teknis Dalkarhut Seksi Wilayah II Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Edwin Putra, merincikan lokasi pemadaman berada di Kabupaten Kampar, Kota Dumai, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan.
Di Kampar, pemadaman dilakukan di Desa Rimbo Panjang dan Desa Karya Indah. Di Dumai, tim berjibaku di Kelurahan Bukit Timah. Sementara di Rokan Hilir, pemadaman dilakukan di Kepenghuluan Rantau Bais.
Di Bengkalis, terdapat tiga titik yakni di Desa Sukarjo Mesim Rupat, Desa Bumbung, dan Desa Tanjung Leban. Di Siak, pemadaman dilakukan di Desa Buatan dan Desa Kotoringin. Sedangkan di Pelalawan, tim bekerja di Kelurahan Teluk Meranti, Desa Teluk Beringin, dan Desa Pulau Muda.
“Hari ini tim dari Pemadaman Darat Manggala Agni Riau Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera dan jajaran sedang dalam proses pemadaman di 12 lokasi,” jelas Edwin.
Ia menambahkan, total personel yang dikerahkan sekitar 180 orang atau dua pertiga dari kekuatan personel Manggala Agni Riau. “Tim kami bersama instansi terkait sedang melakukan proses pemadaman di 12 lokasi tersebut,” ujar Edwin. (RK1/*)







