RiauKepri.com, JAKARTA– Langit Ibu Kota masih gelap ketika Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, membelah jalanan Jakarta, Jumat (20/2/2026). Belum pukul 07.00 WIB, ia sudah tiba di Wisma Mulia untuk bertemu Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto.
Di awal bulan suci, langkah itu bukan sekadar agenda birokrasi. Bagi Afni, pertemuan tersebut adalah bagian dari ikhtiar panjang menjaga “nyawa” Pendapatan Asli Daerah (PAD) Siak melalui BUMD Bumi Siak Pusako (BSP).
“Masih sangat pagi kami sudah sampai. Kami ingin memastikan sektor migas benar-benar memberi progres besar untuk masa depan Negeri Istana,” ujar Afni saat pertemuan didampingi Komisaris BSP Heriyanto, Plt Direktur BSP, Raihan.
Di balik meja pertemuan dan diskusi teknis, ada beban moral yang tak ringan. Hampir sembilan bulan menjabat sebagai bupati, Afni mengaku adrenalin sebagai kepala daerah sekaligus pemilik saham mayoritas di salah satu Wilayah Kerja (WK) migas produktif di Indonesia terus diuji.
“Mata yang memandang tak akan pernah sama dengan bahu yang memikul. Beban morilnya sangat berat,” kata mantan wartawan itu berpribahasa.
BSP sebelumnya sempat terpukul. Peristiwa congeal pada 2024 menyebabkan kerugian hingga 14 juta dolar AS dan berdampak pada anjloknya deviden tahun 2025. Tekanan publik dan tanggung jawab terhadap keberlangsungan keuangan daerah pun datang bertubi-tubi.
Di tengah situasi itu, Afni mengaku banyak mengambil ruang hening untuk menenangkan diri sebelum memutuskan langkah strategis. Istighfar dan salat istikharah menjadi bagian dari proses batinnya saat menghadapi masa-masa krusial.
Perlahan situasi berbalik. Pada 2026, BSP mulai menunjukkan tanda-tanda rebound. Deviden diproyeksikan meningkat dibanding tahun sebelumnya, memberi harapan baru bagi fiskal daerah di tengah pemangkasan transfer dari pemerintah pusat.
“Yang penting output kerja terukur. Salah satunya bagi hasil atau deviden yang terjaga untuk kemaslahatan daerah,” ungkap Bupati perempuan pertama di Siak itu.
Bagi Afni, pertemuan di Jakarta itu bukan sekadar konsultasi, melainkan simbol komitmen bahwa di tengah kesulitan, selalu ada upaya untuk mencari jalan keluar.
Aktivis lingkungan itu pun memancang optimistis, dan kini BSP berada di jalur yang benar: perlahan berlayar menuju kebangkitan, menjadi panglima dalam menjaga denyut nadi ekonomi Kabupaten Siak. (RK1)







