RiauKepri.com, MERANTI – Warga digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria paruh baya di lahan kosong bersemak di Jalan Rintis Laut, Kamis (26/2/2026) sore.
Korban diketahui bernama Yusri alias Sande (49), warga Jalan Rintis Laut RT 001/RW 002 Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Ia sebelumnya dilaporkan hilang selama empat hari sebelum ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Kapolres Kabupaten Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J. Lubis, SH, MH membenarkan penemuan tersebut.
“Kami menemukan mayat seorang pria paruh baya di hamparan lahan kosong bersemak di Jalan Rintis Laut Desa Banglas Barat. Identitas korban atas nama Yusri alias Sande, usia 49 tahun, beragama Islam dan belum menika,”ujar Kapolsek.
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban ditemukan dalam posisi tergeletak miring di atas rumput tanpa mengenakan baju dan hanya memakai celana panjang berwarna krem. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban telah memasuki fase pembusukan.
Secara kasat mata, kulit bagian wajah tampak menghitam dan mengering di beberapa bagian, perut terlihat gembung, serta kondisi tubuh sudah kaku dengan posisi tangan menyiku. Di lokasi kejadian, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Menurut keterangan saksi, korban terakhir terlihat meninggalkan rumah pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Karena tidak kunjung kembali, pihak keluarga membuat pengumuman orang hilang melalui media sosial.
Kakak korban, Samsiah, bersama keluarga dan warga melakukan pencarian di sekitar desa. Pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, korban ditemukan terbaring kaku di lahan kosong tersebut.
Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat yang selanjutnya menghubungi Polsek Tebing Tinggi.
Diketahui, korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan keterbelakangan mental sejak lama.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Kapolsek Tebing Tinggi bersama personel dan tim identifikasi Polres Kepulauan Meranti mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk dilakukan pemeriksaan luar (Visum et Repertum).
Berdasarkan observasi awal oleh dr. Novrita S. Sitorus, ditemukan adanya lebam mayat. Namun, penyebab pasti kematian korban belum dapat disimpulkan dan masih menunggu hasil visum resmi dari pihak rumah sakit.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan bermeterai yang ditandatangani oleh kakak korban. Setelah pemeriksaan luar selesai, jenazah dipulangkan ke rumah duka di Jalan Rintis Laut, Desa Banglas Barat, untuk disemayamkan.
Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil visum guna memastikan penyebab kematian korban. (RK12).







