RiauKepri.com, BATAM — Lebih dari 100 peserta dari dalam dan luar negeri akan meramaikan Nadim Festival pada 4—6 April 2026 di Kota Batam. Meski kali pertama digelar tahun ini, Nadim Festival sudah menarik antusiasme pegiat sastra dari dalam dan luar negeri.
Husnizar Hood, inisiator Nadim Festival, menyebutkan lebih dari 80 persen peserta berasal dari negeri jiran, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei. “Sisanya datang dari Jakarta, Pekanbaru, bahkan sampai dari Kalimantan Selatan,” jelasnya, Selasa (31/3).
Antusiasme tinggi ini, sambung Husnizar, sudah terasa sejak awal tahun ketika gelaran festival diumumkan ke publik. Suatu fakta yang mengejutkan sekaligus menjadi sinyalemen positif bahwa sastra, jika diberdayakan lebih kreatif, bisa turut mendukung program kepariwisataan daerah.
“Selama ini orang hanya menganggap sastra berada di atas kertas, ternyata tidak. Sastra bahkan bisa ikut menambah kunjungan wisman,” ucap Husnizar.
Dari informasi yang diterima, Nadim Festival 2026 akan dipusatkan di area Museum Raja Ali Haji, Dataran Engku Putri, di Batam Centre lewat gelaran parade pembacaan puisi selama dua malam. Tidak hanya itu, akan ada juga tur budaya yang diikuti oleh seluruh peserta dan bedah buku di laman Rumahitam, Sekupang.
Fenomena antusiasme Nadim Festival 2026 juga disambut gembira oleh penyair yang tinggal di Batam, Tarmizi Rumahitam. Menurutnya, selama ini kegiatan-kegiatan sastra di Batam kurang mendapat tempat karena dirasa tidak punya daya tarik. Namun, Nadim Festival berhasil mematahkan anggapan tersebut.
“Banyak orang lupa bahwa Batam dan sastra sebenarnya tidak pernah jauh, tapi banyak dari kita tidak mengambil berat soal ini,” kata Tarmizi.
Kondisi geografis serta akses memadai Kota Batam dengan negara jiran, kata Tarmizi, adalah potensi yang bisa dimanfaatkan untuk mempererat jalinan pergaulan pegiat sastra dua negara ini.
“Setidaknya Nadim Festival sudah membuktikannya. Mari kita kembali merayakan sastra di Batam,” tutup Tarmizi. (*)








