Menu

Mode Gelap
PWI dan UMRAH Dorong Mahasiswa Gemar Menulis Hingga Buka Peluang Bisnis Bupati Asmar Teken Kerja Sama Program Desa Bebas Api, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kepulauan Meranti KPK OTT Bupati Kuansing? Warga Menanti Kepastian di Tengah Pengamanan Ketat Ibu dan Anak di Pekanbaru Mengaku Jadi Korban Intimidasi dan Teror Digital, Minta Perlindungan Mutasi Polri: Kombes Zahwani Pandra Arsyad Dipercaya Perkuat Lemdiklat, Fokus Cetak SDM Polri Profesional Harganas Ke-33, Pemprov Kepri Dorong Peran Aktif Ayah Bangun Generasi Tangguh

Riau

KWT Gamar Sejahtera Diduga Jual Pupuk Jatah dan Manipulasi Data

badge-check


					Lokasi KWT Gamar Sejahtera di Pandau Jaya. (Foto: ist) Perbesar

Lokasi KWT Gamar Sejahtera di Pandau Jaya. (Foto: ist)

RiauKepri.com, KAMPAR- Kabar tak sedap berhembus dari Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, tepatnya Kelompok Wanita Tani (KWT), Gading Marpoyan (Gamar) Sejahtera, yang diduga menjual pupuk jatah dari pemerintah.

Tak hanya itu, KWT Gamar Sejahtera yang berada di samping Pos Yandu Melati Gading, Perumahan Gading Marpoyan, juga diduga memanipulasi luas lahan kebun.

Dua anggota KWT Gamar Sejahtera mengakui bahwa Reni ketua KWT Gamar Sejahtera menjual pupuk jatah dari pemerintah beberapa bulan lalu.
“Pupuk jatah pemerintah itu dijual kepada pemasuknya, tapi lupa nama pemasuknya,” kata salah seorang anggota KWT yang namanya minta tidak dipublikasikan.

Anggota KWT tersebut juga mengaku bahwa perbuatan menjual pupuk tersebut salah dan termasuk pelanggaran hukum pidana, namun dia dan anggota lainnya tidak bisa berbuat apa-apa karena itu kebijakan ketua.

“Saya menerima uang dari hasil jual pupuk jatah itu, ada juga anggota KWT yang tidak mau menerimanya karena dilarang suaminya,” kata anggota KWT tersebut.

Terkait masalah luas lahan KWT, sumber tersebut menyebutkan, sebelumnya memang luas sesuai aturan namun lahannya terpisah tidak pada satu tempat. “Sekarang luas lahan kebun KWT hanya samping pos yandu itu saja,” katanya.

Sesuai Permentan No. 02 Tahun 2024 dan Permentan No. 08 Tahun 2023, menetapkan standar luas lahan demplot untuk perdesaan di angka 400–500 m² dan perkotaan 100–200 m².

Diketahui KWT Gamar Sejahtera termasuk dalam katagori perdesaan dengan standar luas total untuk sarana pembibitan dan demplot adalah 400–500 m². Sementara lahan kebun mereka di samping Pos Yandu Melati Gading, paling seluas 5X5 meter.

Ketua KWT Gamar Sejahtera Reni, Rabu sore (13/5/2026), ketika dihubungi lewat handphonenya tak mengangkat namun pesan singkat WhatsApp yang dikirim dibalasnya. Dalam pesan singkat itu Reni mengakui dia adalah ketua KWT Gamar Sejahtera.

“Ini ketua KWT Gamar Sejahtera buk Reni kan?” tanya wartawan.

“Ya saya sendiri. Ada apa ya. Saya tidak kenal dengan anda,” jawab Reni.

Wartawan kembali menelpon Reni namun tidak diangkat. “Izin buk saya mau konfirmasi, apakah bisa buk untuk angkat telpon saya,” pinta wartawan.

“Tentang apa dan masalah apa. Saya tidak mengerti,” jawab Reni.

“Mau konfirmasi terkait laporan masyarakat,” tegas wartawan dan Reni tak membalas wa wartawan.

Lima pertanyaan yang dikirim terkait dugaan penjualan pupuk, dugaan manipulasi luas lahan, status KWT, dan SK, yang sudah dikirim, hingga malam hari sama sekali tidak dijawab Bu Reni. Padahal, wartawan sudah menjelaskan jawaban dari Bu Reni sangat peting agar berita yang ditulis berimbang. (RK12)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT Bhayangkara, Polres Dumai Salurkan Bansos hingga Bibit Pohon

28 Juni 2026 - 13:31 WIB

Ketika Kejujuran dan Ketulusan Dianggap Kebodohan

28 Juni 2026 - 06:52 WIB

Tunjuk Ajar Durian

28 Juni 2026 - 06:33 WIB

Kapal Harimau Buas Siak Gaungkan Spirit Al-Qur’an dan Warisan Kesultanan di MTQ Riau

28 Juni 2026 - 05:40 WIB

Robot Rama Sahabat Kami, Jam Pintar, dan Paper Wash Telang: Solusi Kreatif dan Inovatif Mendukung Sekolah Ramah Anak di SD Negeri 65 Pekanbaru Riau

27 Juni 2026 - 15:03 WIB

Trending di Pelalawan