Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 28 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Polres Bengkalis Musnahkan Narkotika Jenis Sabu Seberat 8.231,15 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 5.005 Butir Pemerintah dan Masyarakat Pulau Jemaja Sepakati Tata Kelola Panen Buah Kepayang Berkelanjutan Ketua Kelompok Tani Bukit Padi Apresiasi Rehabilitasi Irigasi, Harap Proyek Dilanjutkan hingga Kampung Pasiran LAMR: Ketahanan Energi Harus Berbasis Kebudayaan ‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau

Internasional

Peringatan Tsunami di Indonesia Berakhir, Korban Gempa Filipina Bertambah

badge-check

Peringatan Tsunami di Indonesia Berakhir, Korban Gempa Filipina Bertambah Perbesar

RiauKepri.com, JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah selatan Mindanao, Filipina, Senin (8/6/2026), tidak hanya menimbulkan korban jiwa di negara tersebut, tetapi juga memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.

Setelah beberapa jam melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas muka laut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya mengakhiri peringatan dini tsunami yang sempat diberlakukan di sejumlah daerah pesisir Indonesia.

Keputusan pencabutan peringatan tersebut diambil setelah BMKG memastikan kondisi laut telah kembali normal dan tidak ditemukan potensi ancaman tsunami susulan yang membahayakan masyarakat.

Gempa kuat itu terjadi pada Senin pagi di wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina. Berdasarkan analisis BMKG, gempa berasal dari aktivitas subduksi lempeng dan tergolong gempa dangkal dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault yang berpotensi memicu tsunami.

Guncangan tersebut dirasakan hingga sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur, terutama kawasan Sulawesi Utara yang berdekatan dengan lokasi pusat gempa.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tsunami dan mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk menjauhi pantai serta mengikuti arahan pemerintah daerah setempat.

Pemantauan yang dilakukan melalui jaringan tide gauge menunjukkan adanya kenaikan muka air laut di sejumlah lokasi di Indonesia. Fenomena tersebut menjadi dasar bagi BMKG untuk terus memperbarui informasi kebencanaan secara berkala.

Data BMKG mencatat gelombang tsunami terdeteksi di beberapa wilayah, antara lain Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah dengan ketinggian yang bervariasi.

Meski demikian, tinggi gelombang yang tercatat relatif kecil dan tidak menyebabkan kerusakan besar maupun korban jiwa di Indonesia.

Setelah seluruh parameter menunjukkan kondisi aman, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami resmi berakhir dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa dengan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Sementara itu, situasi di Filipina menunjukkan dampak yang lebih serius. Otoritas setempat melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa terus bertambah.

Laporan terbaru menyebutkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia akibat runtuhan bangunan dan berbagai insiden yang dipicu oleh gempa besar tersebut.

Selain korban meninggal, sejumlah warga juga mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Pemerintah Filipina segera mengerahkan tim penyelamat dan petugas tanggap darurat ke daerah-daerah yang mengalami kerusakan paling parah untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban.

Kota General Santos yang berpenduduk ratusan ribu jiwa menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak signifikan dari gempa tersebut.

Warga yang tinggal di kawasan pesisir sempat diminta mengungsi ke daerah yang lebih tinggi menyusul dikeluarkannya peringatan tsunami oleh otoritas Filipina.

Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di Filipina terus memantau kondisi warga negara Indonesia yang berada di wilayah terdampak gempa.

Hingga Senin siang, belum terdapat laporan mengenai warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam bencana tersebut.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di kawasan Pasifik dan Asia Tenggara memiliki dampak lintas negara, termasuk potensi tsunami yang dapat menjangkau wilayah Indonesia.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mengandalkan informasi resmi dari lembaga berwenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi terkait gempa maupun potensi tsunami. (RK6/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia

26 Juli 2026 - 07:37 WIB

Bupati Afni dan Menkeu Purbaya Bertemu, Suasana Reuni Warnai Silaturahmi

24 Juli 2026 - 22:34 WIB

Dilantik Langsung Ketua Umum DPP PJS di Jakarta, Dedi Utomo Resmi Pimpin PJS Tanjungpinang-Bintan

24 Juli 2026 - 08:45 WIB

Pemkab Siak Gandeng KPK RI, Menata Kelola SDA dan Komitmen Pencegahan Korupsi

24 Juli 2026 - 05:55 WIB

Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hotman Paris Resmi Diadukan ke DPN Indonesia

23 Juli 2026 - 11:13 WIB

Trending di Nasional