RiauKepri.com, BINTAN — 2026 jadi tahun yang baik buat Sanggar Sirih Junjung Bintan. Karya tari mereka “Lenggang Kepayang” jadi yang terbaik pada kompetisi tari melayu kreasi di Penyengat bersempena Penyengat Heritage Festival pada akhir Juni silam.
Karya yang sama itu pula yang kemudian mereka bawakan ketika merayakan panggung Kenduri Seni Melayu (KSM) di Batam, awal Juli kemarin. “Lenggang Kepayang” adalah sebuah tari kreasi yang terinspirasi dari tari tradisional joget yang sudah mengakar bagi masyarakat Melayu di pesisir.
“Dulu konsepnya joget itu memang hiburan rakyat, spirit itu yang kami olah untuk menjadi sebuah garapan tari kreasi yang baru,” kata Maharani, pembina Sanggar Sirih Junjung Bintan, dijumpai di Kijang, Senin (13/7).
Spirit joget yang rancak, energik, dan menghibur itu yang diserap sekaligus diinterpretasi ulang dalam karya “Lenggang Kepayang”. Tak heran jika kemudian penampilan Sanggar Sirih Junjung Bintan di Penyengat dan Batam berhasil memikat audiens.
Tata geraknya, musik pengiringnya, busana dan riasan penarinya, semua berpadu-padan menjadi garapan tari yang tidak saja estetik, tetapi menghibur. “Semua itu dipikirkan secara matang supaya joget bisa menarik anak-anak muda sekarang,” jelas Maharani.
Maharani berharap “Lenggang Kepayang” bisa menginspirasi koreografer muda lain di Bintan supaya tidak segan mengolah materi tradisi yang ada di sekitar mereka. Menurutnya, lewat pendekatan kreatif, tradisi bisa menjadi sebuah inspirasi untuk karya seni baru.
“Jadi tak perlulah kita mencari ide sampai jauh-jauh. Jangan-jangan ide yang bagus itu ada di sekitar kita, dalam tradisi yang hidup di antara kita,” pungkas Maharani. (*)








