RiauKepri.com, PEKANBARU– PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) melakukan silaturahmi sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Kantor Utama PHR, Rumbai, Selasa (14/7/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin Direktur PT SPR Dr. H. Haris Kampay dan disambut langsung General Manager PHR Wilayah Riau Andre Wijanarko. Pertemuan ini menjadi yang pertama sejak Haris Kampay memimpin SPR.
Turut hadir dalam rombongan SPR antara lain Komisaris SPR Sri Irianto, Sekretaris SPR Hariyanto Karim, Komisaris dan Direktur PT SPR Cipta Lestari Syuryadi Khusaini dan Fajar Simanjuntak, Direktur SPR Trada Suwandi, serta jajaran lainnya.
Direktur SPR Haris Kampay mengapresiasi sambutan cepat yang diberikan PHR terhadap permohonan audiensi tersebut. Menurutnya, pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antara kedua perusahaan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan PHR yang merespons begitu cepat permohonan kami. Selain memperkenalkan manajemen baru, kami berharap silaturahmi ini menjadi langkah awal membangun komunikasi yang intensif ke depannya,” ujar Haris Kampay.
Komisaris SPR Sri Irianto mengatakan pihaknya berharap SPR dapat berperan dan terlibat dalam berbagai peluang usaha di lingkungan PHR. Sebagai badan usaha milik daerah (BUMD), SPR memiliki tanggung jawab meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau.
“Kami berharap ada pekerjaan yang dapat kami kerjakan,” katanya.
Senada dengan itu, Direktur SPR Trada Suwandi menyampaikan bahwa SPR siap mengikuti seluruh ketentuan dan prosedur yang berlaku untuk dapat berpartisipasi dalam pekerjaan di lingkungan PHR.
“Kami datang untuk meminta peluang pekerjaan, tentu dengan mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, General Manager PHR Wilayah Riau Andre Wijanarko menegaskan PHR terbuka terhadap peluang kerja sama dengan SPR sebagai BUMD. Namun, seluruh proses tetap harus memenuhi ketentuan, prosedur, dan persyaratan yang berlaku.
“Kita tetap membuka diri, apalagi bagi BUMD seperti SPR. Namun bagaimanapun juga tetap mengikuti ketentuan, prosedur, dan persyaratan yang berlaku,” tegas Andre.
Andre menambahkan, PHR dan SPR akan mengagendakan pertemuan lanjutan untuk membahas lebih rinci peluang kerja sama beserta persyaratan yang harus dipenuhi.
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. (RK1/*)








