Menu

Otomatis
Breaking News

Riau

MUI Sesalkan Kericuhan DPRD, Minta Kembali ke Adab Melayu

badge-check

Ketua MUI Provinsi Riau, Dr. H. Saidul Amin, MA. Perbesar

Ketua MUI Provinsi Riau, Dr. H. Saidul Amin, MA.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau menyayangkan kericuhan yang terjadi di lingkungan DPRD Provinsi Riau dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bijaksana sesuai nilai-nilai syarak, adat Melayu, serta aturan yang berlaku.

Ketua MUI Provinsi Riau periode 2025–2030, Dr. H. Saidul Amin, MA, menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak seharusnya terjadi di lembaga yang menjadi representasi rakyat.

“MUI sangat menyayangkan terjadinya peristiwa yang tidak semestinya di DPRD Provinsi Riau. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana. Sebab di bumi Melayu ini tidak ada kusut yang tak bisa diselesaikan, tidak ada keruh yang tidak bisa dijernihkan, selama kita berpegang teguh pada syarak dan adat budaya Melayu yang menjunjung tinggi adab, kesantunan, serta aturan dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Saidul.

Pernyataan MUI muncul setelah keributan di lobi DPRD Riau berbuntut panjang. Terkait hal ini, Kader Partai Golkar, TB Faisal Hamdan, resmi melaporkan Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet ke Dewan Etik DPP Partai Golkar pada 17 Juli 2026.

Dalam laporannya, pelapor meminta DPP Partai Golkar menjatuhkan sanksi berupa pemecatan dari keanggotaan partai serta pemberhentian keduanya sebagai anggota DPRD melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

Laporan tersebut disertai bukti dugaan pelanggaran etik terkait insiden cekcok, saling dorong, hingga dugaan baku hantam di lingkungan DPRD Riau.

Pelapor menilai tindakan tersebut telah mencoreng nama baik Partai Golkar, merusak marwah DPRD Riau, serta mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.

Kericuhan itu terjadi seusai rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kamis (16/7/2026). Perdebatan yang awalnya berlangsung di ruang rapat berlanjut ke luar ruangan hingga memicu bentrokan yang melibatkan pendukung kedua belah pihak.

Insiden tersebut juga diwarnai aksi pelemparan benda dan mengakibatkan seorang petugas keamanan mengalami luka di bagian kepala. Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perhatian publik dan berbagai pihak mendorong penyelesaiannya melalui mekanisme hukum, etik, serta musyawarah yang menjunjung tinggi marwah lembaga dan budaya Melayu. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

LMR Silaturahmi ke LAMR, Perkuat Sinergi dan Kepedulian terhadap Melayu Riau

14 Agu 2026 - 13:51 WIB

LMR Silaturahmi ke LAMR, Perkuat Sinergi dan Kepedulian terhadap Melayu Riau

Plt Gubri Dorong Perusahaan di Riau Gunakan BRK Syariah

14 Agu 2026 - 13:23 WIB

Plt Gubri Dorong Perusahaan di Riau Gunakan BRK Syariah

Portal Website Perpustakaan UNILAK Masuk 10 Besar Nasional, Satu-satunya Wakil Riau

13 Agu 2026 - 15:25 WIB

Portal Website Perpustakaan UNILAK Masuk 10 Besar Nasional, Satu-satunya Wakil Riau

‎80 Siswa SMKN 1 Pekanbaru Tour Campus ke UNILAK, Dapatkan Pengalaman Langsung Praktik Manajemen Perkantoran

13 Agu 2026 - 09:41 WIB

‎80 Siswa SMKN 1 Pekanbaru Tour Campus ke UNILAK, Dapatkan Pengalaman Langsung Praktik Manajemen Perkantoran

Berselisih dengan Orangtua, Pelajar Ini Terjun ke Sungai Siak

13 Agu 2026 - 08:13 WIB

Berselisih dengan Orangtua, Pelajar Ini Terjun ke Sungai Siak
Trending di Pekanbaru