RiauKepri.com, MERANTI – Sebuah kapal pompong yang mengangkut pekerja penebang sagu karam di Perairan Desa Mengkikip, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di titik koordinat 0°49’29,26726″N 102°26’1,21312″E. Kapal diketahui berangkat dari Desa Kampung Balak sekitar pukul 08.00 WIB menuju Sungai Mertas dengan membawa empat orang pekerja yang akan melakukan penebangan pohon sagu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam perjalanan kapal diterpa angin kencang dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan kapal oleng ke sisi kiri sebelum dihantam gelombang yang mengakibatkan air masuk ke dalam lambung kapal hingga akhirnya tenggelam.
Empat orang berada di atas kapal saat kejadian, yakni Amir (±50), warga Desa Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, yang bertugas sebagai nakhoda (captain), serta Ivan (±30), Bobi (±30), dan Iqbal (±25), yang merupakan pekerja penebang sagu dan berdomisili di Desa Kampung Balak, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.
Dari seluruh penumpang, dua orang berhasil menyelamatkan diri dengan memanfaatkan jeriken minyak sebagai alat bantu apung. Sementara itu, dua korban lainnya, yakni Amir dan Iqbal, hingga berita ini ditulis masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Operasi pencarian melibatkan personel Satpolairud Polres Kepulauan Meranti, Ditpolairud Polda Riau, TNI Angkatan Laut, Basarnas, serta masyarakat setempat. Total personel yang terlibat terdiri atas tiga personel Satpolairud Polres Kepulauan Meranti, satu personel Ditpolairud Polda Riau, satu personel TNI AL, enam personel Basarnas, serta sekitar 50 warga.
Selain melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih hilang, petugas juga telah mendatangi serta mengamankan lokasi kejadian, berkoordinasi dengan instansi terkait, dan menyusun laporan resmi mengenai insiden tersebut.
Kejadian ini dibenarkan langsung oleh Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra, kepada RiauKepri.com, Senin (03/08/2026).
Hingga saat ini, proses pencarian terhadap dua korban yang masih hilang terus berlangsung. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan sesuai hasil operasi SAR di lapangan. (RK12)








