RiauKepri.com, PEKANBARU– Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah untuk mensyukuri berbagai capaian strategis yang berhasil diraih dalam setahun terakhir sekaligus memperkuat semangat pengabdian bagi adat, budaya, dan masyarakat Melayu Riau.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Taufik Ikram Jamil, pada perhelatan Majelis Zikir dan Doa Bersama sempena menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Balairung Tenas Effendy, Balai Adat Melayu Riau, Pekanbaru, Kamis malam (18/6/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Tahun Baru, Semangat Diperbaharui” dihadiri Plt Gubernur Riau yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, H. Zulkifli Syukur, Ketum MKA LAMR Datuk Seri Marjohan, Forkompinda Riau, sejumlah pengurus LAMR Provinsi Riau dan masyarakat umum.
Majelis zikir ini, kata Datuk Seri Taufik, bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan momentum untuk memperbarui semangat, memperkuat doa, serta menyatukan ikhtiar menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Kita bersyukur atas berbagai capaian yang telah diraih LAMR dalam satu tahun terakhir. Namun capaian itu tidak boleh membuat kita terlena. Justru menjadi pemacu untuk terus bekerja bagi kemajuan adat, budaya, dan masyarakat Melayu Riau,” ujarnya.
Datuk Seri Taufik menyebutkan, sejumlah capaian penting berhasil diwujudkan LAMR sepanjang setahun terakhir. Di antaranya, kembalinya kegiatan dan pertemuan Lembaga Adat Melayu se-Sumatra ke Riau, masuknya muatan lokal ke dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik), serta keberhasilan Riau menjadi satu dari tujuh provinsi di Indonesia yang dapat mendaftarkan tanah ulayat melalui mekanisme yang diakui negara.
Menurut Datuk Seri Taufik, pencapaian tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat identitas dan hak-hak masyarakat adat Melayu. “Tanah ulayat yang selama ini menjadi perhatian bersama kini semakin memperoleh kepastian melalui pengadministrasian yang diakui,” katanya.
Selain itu, LAMR juga terus memperluas upaya pewarisan budaya Melayu kepada generasi muda melalui berbagai media kebudayaan dan pendidikan. Salah satu program yang berjalan adalah penyiaran Tunjuk Ajar Melayu melalui Radio Republik Indonesia setiap Selasa dan Jumat.
“Pewarisan budaya tidak boleh terputus. Tunjuk Ajar Melayu yang disiarkan secara rutin melalui RRI menjadi salah satu ikhtiar untuk menanamkan nilai-nilai Melayu kepada masyarakat luas, terutama generasi muda,” ungkapnya.
Datuk Seri Taufik menegaskan, seluruh program dan capaian yang diraih LAMR pada akhirnya diarahkan untuk memperoleh keberkahan dan keridaan Allah SWT.
Melalui majelis zikir tersebut, LAMR berharap seluruh langkah pelestarian adat dan budaya Melayu Riau senantiasa diberikan kelancaran, kekuatan, dan keberhasilan.
“Pada akhirnya, yang kita kejar bukan hanya capaian duniawi, tetapi ridha Allah SWT. Itulah tujuan tertinggi yang kita harapkan dalam setiap langkah pengabdian kepada adat, budaya, dan masyarakat,” ujar Datuk Seri Taufik. (RK1)







