Menu

Mode Gelap
Ketika Kejujuran dan Ketulusan Dianggap Kebodohan Tunjuk Ajar Durian Kapal Harimau Buas Siak Gaungkan Spirit Al-Qur’an dan Warisan Kesultanan di MTQ Riau Robot Rama Sahabat Kami, Jam Pintar, dan Paper Wash Telang: Solusi Kreatif dan Inovatif Mendukung Sekolah Ramah Anak di SD Negeri 65 Pekanbaru Riau Dari Tipidkor ke Kapolres: Rekam Jejak Karir Kapolres Meranti ke-10 KKP Lakukan Survei Topografi, Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Jemaja Timur Masuki Tahap Awal

Riau

Ketika Kejujuran dan Ketulusan Dianggap Kebodohan

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Oleh Hang Kafrawi

Memang terasa ganjil pada kehidupan manusia masa kini. Nilai-nilai yang dahulu dianggap sebagai kemuliaan perlahan mulai dipandang sebagai kelemahan. Kejujuran dianggap tidak menguntungkan, ketulusan dianggap tidak memiliki strategi, dan orang yang memilih berbuat baik tanpa mengharapkan balasan sering dianggap tidak memiliki masa depan dan kolot. Di tengah zaman senewen segala sesuatu dihitung dari keuntungan. Manusia sering lupa bahwa tidak semua hal berharga dapat diukur dengan materi. Kepercayaan, kehormatan, ketenangan hati, dan hubungan yang tulus adalah kekayaan yang tidak selalu terlihat, tetapi terasa di dalam jiwa.

Walaupun demikian, kenyataan hari ini sering menunjukkan hal yang berbeda. Orang yang jujur kadang kalah oleh orang yang pandai menyusun kebohongan. Orang yang tulus kadang disisihkan oleh mereka yang pandai memainkan jilatan. Mereka yang menjaga amanah sering dianggap lambat, sementara mereka yang mencari keuntungan dengan berbagai cara dianggap lebih pintar. Kejujuran dan ketulusan seolah menjadi nilai yang tidak populer di tengah dunia yang gila menjulang harta benda. Banyak orang mulai percaya bahwa untuk bertahan hidup seseorang harus pandai menyembunyikan niat jahat, memainkan citra, dan menyesuaikan diri dengan keadaan meskipun harus mengorbankan harga diri. Padahal, kejujuran bukan tanda seseorang tidak memahami kehidupan. Orang yang jujur bukan berarti tidak tahu cara mengambil kesempatan, tetapi ia memilih tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya. Ia memahami bahwa ada batas yang tidak boleh dilewati meskipun peluang terbuka lebar.

Begitu juga dengan ketulusan. Orang yang tulus selalu dipandang tidak memiliki perhitungan. Padahal ia memilih melakukan sesuatu karena kesadaran, bukan semata-mata karena keuntungan. Ketulusan adalah kemampuan memberi tanpa selalu bertanya apa yang akan diterima kembali.

Dalam kehidupan modern, ketulusan sering dianggap sebagai kelemahan karena banyak orang terbiasa dengan hubungan yang “apa aku dapat?”. Banyak kebaikan dilakukan karena ada kepentingan. Banyak perhatian diberikan karena ada keuntungan. Banyak hubungan bertahan selama masih ada manfaat yang diperoleh. Akibatnya, manusia mulai sulit membedakan mana yang benar-benar tulus dan mana yang hanya sebuah kepentingan yang disamarkan. Senyum bisa menjadi strategi, kebaikan bisa menjadi alat, bahkan kepedulian bisa berubah menjadi cara untuk mendapatkan pengaruh.

Dalam nilai-nilai Melayu, kejujuran dan ketulusan memiliki hubungan erat dengan konsep marwah. Seseorang dihormati bukan hanya karena apa yang ia miliki, tetapi karena bagaimana ia membawa dirinya. Harta dapat habis, jabatan dapat hilang, tetapi nama baik dan kehormatan menjadi warisan yang lebih panjang. Orang tua dahulu mengajarkan bahwa hidup jangan hanya mencari “nama besar”, tetapi menjaga “nama baik”, sebab nama besar bisa dibangun oleh kekuasaan, tetapi nama baik hanya lahir dari akhlak.

Masalahnya, zaman sering memberikan penghargaan kepada hal yang tampak. Orang yang memiliki banyak harta dianggap berhasil. Orang yang memiliki banyak pengikut dianggap berpengaruh. Orang yang sering tampil dianggap lebih penting. Sementara manusia yang bekerja dalam diam, menjaga kejujuran, dan membantu tanpa diketahui sering tidak mendapat tempat.

Seharusnya, masyarakat yang sehat tidak hanya membutuhkan manusia yang cerdas, tetapi manusia yang dapat dipercaya. Kecerdasan tanpa kejujuran dapat menjadi alat untuk menipu. Kekuasaan tanpa ketulusan dapat menjadi alat untuk menindas. Keberhasilan tanpa moral dapat menghasilkan kehancuran. Sejarah manusia memperlihatkan bahwa banyak orang yang menang melalui tipu daya, tetapi kemenangan itu sering tidak bertahan lama. Sebaliknya, orang-orang yang menjaga kejujuran dan ketulusan mungkin tidak selalu memperoleh penghargaan cepat, tetapi nilai yang mereka tanam sering hidup lebih panjang daripada dirinya sendiri.

Kejujuran membuat manusia memiliki fondasi. Ketulusan membuat manusia memiliki makna. Keduanya mungkin tidak membuat seseorang selalu berada di puncak dunia, tetapi keduanya membuat manusia tetap memiliki arah ketika dunia berubah. Oleh sebab itu, jangan sampai sebuah zaman membuat manusia malu menjadi baik. Jangan sampai orang yang menjaga amanah merasa kalah hanya karena ia tidak mengikuti cara-cara yang salah. Kerusakan terbesar dalam suatu masyarakat bukan ketika orang jahat berbuat jahat, tetapi ketika orang baik mulai merasa bahwa kebaikan adalah sesuatu yang bodoh.

Kejujuran mungkin membuat perjalanan lebih berat. Ketulusan mungkin membuat seseorang tidak selalu mendapat balasan. Tetapi keduanya menjaga manusia agar tidak kehilangan sesuatu yang paling penting yaitu hati nurani. Dunia boleh menganggap orang jujur dan tulus sebagai orang yang kalah, tetapi tanpa mereka, dunia akan kehilangan alasan untuk tetap disebut sebagai tempat bagi manusia.

Hang Kafrawi adalah nama pena Muhammad Kafrawi, dosen Program Studi Sastra Indonesia, FIB Unilak.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tunjuk Ajar Durian

28 Juni 2026 - 06:33 WIB

Kapal Harimau Buas Siak Gaungkan Spirit Al-Qur’an dan Warisan Kesultanan di MTQ Riau

28 Juni 2026 - 05:40 WIB

Robot Rama Sahabat Kami, Jam Pintar, dan Paper Wash Telang: Solusi Kreatif dan Inovatif Mendukung Sekolah Ramah Anak di SD Negeri 65 Pekanbaru Riau

27 Juni 2026 - 15:03 WIB

Politik Nonagama

27 Juni 2026 - 07:49 WIB

Sentuhan Humanis Polairud Polda Riau di Pesisir Siak: Salurkan Sembako hingga Bibit Pohon Lewat Program JALUR

26 Juni 2026 - 22:52 WIB

Trending di Riau