RiauKepri.com, PEKANBARU– Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, H. Datuk Seri Marjohan Yusuf, menilai keberadaan PT Bumi Siak Pusako (BSP) bukan sekadar badan usaha milik daerah, tetapi juga simbol marwah Melayu Riau dalam mengelola kekayaan alamnya sendiri.
Hal itu disampaikan Datuk Seri Marjohan usai menghadiri pelantikan Robby Junita oleh Bupati Siak sebagai Direktur PT BSP masa jabatan 2026–2031 di Pekanbaru, Selasa (7/7/2026).
Masyarakat Riau, kata Datuk Seri Marjohan, patut berbangga karena di tengah status Riau sebagai salah satu daerah penghasil minyak terbesar di Indonesia, terdapat perusahaan milik daerah yang diberi kepercayaan mengelola sektor Migas.
“Patut kita berbangga hati dengan PT Bumi Siak Pusako. Riau dikenal sebagai daerah penghasil minyak, dan kita memiliki perusahaan milik daerah Kabupaten Siak yang berperan aktif dalam pengelolaan migas,” ujarnya.
Datuk Seri Marjohan juga mengatakan, kehadiran BSP memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mengejar keuntungan perusahaan. BSP, katanya, menjadi cerminan harga diri masyarakat Melayu Riau yang mampu mengelola sumber daya alam di tanahnya sendiri.
“Keberadaan PT Bumi Siak Pusako bukan semata-mata bisnis, tetapi menjadi cermin dan kebanggaan karena mengangkat marwah Melayu Riau. Riau tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil minyak, tetapi juga memiliki perusahaan lokal yang mengelolanya,” katanya.
Datuk Seri Marjohan berharap kepemimpinan Direktur BSP yang baru mampu membawa perusahaan semakin maju, meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah, sekaligus membuktikan kemampuan putra-putri Riau dalam mengelola industri migas.
“Kita berharap dengan dilantiknya Direktur BSP yang baru, Robby Junita, perusahaan ini semakin mengharumkan nama daerah, meningkatkan pendapatan Kabupaten Siak, sekaligus menjadi pembuktian bahwa anak-anak Riau mampu mengelola minyaknya sendiri,” ungkapnya.
Datuk Seri Marjohan menegaskan, BSP merupakan bukti bahwa marwah Riau tetap terjaga melalui kepercayaan yang diberikan kepada putra daerah untuk memimpin dan mengelola sektor migas.
“PT BSP adalah pembuktian bahwa marwah Riau terus terjaga. Tinggal bagaimana putra-putri Riau memanfaatkan kesempatan ini untuk mengelola migas secara profesional dan penuh tanggung jawab akuntabel, integritas, profesional, visioner, bermanfaat, dan tetap menjunjung tinggi tata kelola yang baik (good corporate governance),” ujarnya. (RK1)








