Menu

Mode Gelap
DPRD Bintan Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 Bupati Bintan Lantik PNS dan Pejabat Fungsional, Tekankan Integritas dan Pelayanan Berkualitas Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 14 Juli 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Waspadai Hujan Lokal di Sejumlah Daerah Kades Kuala Maras Imbau Nelayan Tunda Melaut Saat Angin Kencang dan Gelombang Tinggi SMAN 1 Ungar Gelar Sosialisasi MPLS Untuk Siswa/i dan Wali Murid Lenggang Kepayang: Juara di Penyengat, Melenggang di KSM

Bintan

Lenggang Kepayang: Juara di Penyengat, Melenggang di KSM

badge-check

Tari “Lenggang Kepayang” karya Sanggar Sirih Junjung Bintan di panggung Kenduri Seni Batam, awal Juli 2026. (Foto: ist) Perbesar

Tari “Lenggang Kepayang” karya Sanggar Sirih Junjung Bintan di panggung Kenduri Seni Batam, awal Juli 2026. (Foto: ist)

RiauKepri.com, BINTAN — 2026 jadi tahun yang baik buat Sanggar Sirih Junjung Bintan. Karya tari mereka “Lenggang Kepayang” jadi yang terbaik pada kompetisi tari melayu kreasi di Penyengat bersempena Penyengat Heritage Festival pada akhir Juni silam.

Karya yang sama itu pula yang kemudian mereka bawakan ketika merayakan panggung Kenduri Seni Melayu (KSM) di Batam, awal Juli kemarin. “Lenggang Kepayang” adalah sebuah tari kreasi yang terinspirasi dari tari tradisional joget yang sudah mengakar bagi masyarakat Melayu di pesisir.

“Dulu konsepnya joget itu memang hiburan rakyat, spirit itu yang kami olah untuk menjadi sebuah garapan tari kreasi yang baru,” kata Maharani, pembina Sanggar Sirih Junjung Bintan, dijumpai di Kijang, Senin (13/7).

Spirit joget yang rancak, energik, dan menghibur itu yang diserap sekaligus diinterpretasi ulang dalam karya “Lenggang Kepayang”. Tak heran jika kemudian penampilan Sanggar Sirih Junjung Bintan di Penyengat dan Batam berhasil memikat audiens.

Tata geraknya, musik pengiringnya, busana dan riasan penarinya, semua berpadu-padan menjadi garapan tari yang tidak saja estetik, tetapi menghibur. “Semua itu dipikirkan secara matang supaya joget bisa menarik anak-anak muda sekarang,” jelas Maharani.

Maharani berharap “Lenggang Kepayang” bisa menginspirasi koreografer muda lain di Bintan supaya tidak segan mengolah materi tradisi yang ada di sekitar mereka. Menurutnya, lewat pendekatan kreatif, tradisi bisa menjadi sebuah inspirasi untuk karya seni baru.

“Jadi tak perlulah kita mencari ide sampai jauh-jauh. Jangan-jangan ide yang bagus itu ada di sekitar kita, dalam tradisi yang hidup di antara kita,” pungkas Maharani. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

DPRD Bintan Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025

14 Juli 2026 - 06:36 WIB

Bupati Bintan Lantik PNS dan Pejabat Fungsional, Tekankan Integritas dan Pelayanan Berkualitas

14 Juli 2026 - 06:30 WIB

Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Hadiri Puncak HKG PKK ke-54 Tingkat Nasional di Makassar

12 Juli 2026 - 13:07 WIB

Sulap Limbah Kelapa Jadi Nilai Ekonomis, SDN 002 Seri Kuala Lobam Lahirkan Inovasi BRIKOLA

12 Juli 2026 - 11:10 WIB

Pemkab Bintan Matangkan Ranperda Pengelolaan Sampah Melalui Konsultasi Publik

9 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trending di Bintan