Menu

Mode Gelap
Milad ke-33 Dapen Bankriaukepri, Bukti Konsistensi dan Kepercayaan yang Terjaga Polsek Rangsang Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran di Tanjung Kedabu  Pelarian Berakhir, DPO Kasus Sabu Diciduk di Lintas Duri–Dumai Kecamatan Bathin Solapan Tempat Rawan Narkoba Disasar Polisi, Pengedar Sabu-Ganja Berhasil Diringkus Ketua PMI Bintan Buka Seminar Kesehatan dan Donor Darah di STAIN SAR Kepri Dari Keterbatasan ke Kesempatan: Kisah Mahasiswa STIE Cakrawala Terbantu Beasiswa BRK Syariah

Pekanbaru

Gubri Wahid: Ada Fenomena Setia Pada Tepuk Tepung Tawar Menhut

badge-check


					Gubernur Riau Abdul Wahid Perbesar

Gubernur Riau Abdul Wahid

RiauKepri.com, PEKANBARU- Usai sebelas penepuk tepung tawar melakukan tugasnya, Menteri Kehutanan (Menhut), Tuan Raja Juli Antoni bersama isterinya Nurlaili Haniah Kinanggi, turun dari petarana.

Pada dua langkah anak tangga petarana, pasangan suami isteri yang mengenakan baju lengkap bangsawan Melayu itu, masih terlihat biasa-biasa saja. Saat itu Raja Juli Antoni tampak memimpin isterinya, namun ketika Menhut hendak duduk pada tempat duduk semula dia duduk, bagian bengkong di pinggangnya tampak tertarik hingga Raja Juli Antoni membalik muka ke belakang melihat istrinya yang melangkah menuju samping kiri petarana tempat duduknya bersama isteri gubernur Riau.

Ternyata, manik-manik selendang Nurlaili Haniah Kinanggi, tersangkut di lipatan bengkong di pinggang suaminya Raja Juli Antoni. Adegan yang begitu cepat terjadi ini, jadi bahan ketawa para hadirin dan bahan sambutan Gubernur Riau Abdul Wahid.

“Tadi ada fonema setelah setelah tepuk tepung tawar, selendang isteri Menteri nyangkut di suaminya. Ini adalah tanda setia pada keluarga, setia pada kampung, setia pada negara. Jadi, ibu menteri jangan khawatir,” kata Gubri Abdul Wahid bercanda dan disambut ketawa para hadirin helat adat, termasuk Raja Juli Antoni.

Kepada Bang Menteri, kata Abdul Wahid, ada harapan yang sangat besar yang tertumpang. Tentunya, harapan itu adalah kemajuan untuk tanah kelahirannya yakni, Riau. “Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 menurun jika dibandingkan pada tahun 2023, hal ini menjadi perhatian kita bersama agar perekonomian 2025 bisa meningkat,” ucap Gubri Abdul Wahid.

Salah satu penyebab yang mempengaruhi perekonomian di Riau, sambung Gubri Abdul Wahid, karena tidak adanya kepastian terhadap persoalan lahan. “Persoalan-persoalan Riau, bisa kita selesaikan bersama. Apalagi ketika saya bersilaturahmi ke kantor Bang Menteri, Bang Menteri menawarkan diri siap menjadi corong Riau di pusat. Ini sangat luar biasa dan sangat membanggakan,” kata Gubri Abdul Wahid. (RK1)

 

Editor : Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Milad ke-33 Dapen Bankriaukepri, Bukti Konsistensi dan Kepercayaan yang Terjaga

15 April 2026 - 18:00 WIB

Hikayat Kerendahan Hati dan Jejak Seorang Pemimpin: Kisah Saleh Djasit dari Mata Para Tokoh

15 April 2026 - 11:36 WIB

LAMR Luncurkan Autobiografi Saleh Djasit: Jalan Hidup Anak Pujud

15 April 2026 - 09:49 WIB

Evaluasi Menyeluruh Panipahan, Kapolda Riau Lakukan Rotasi Besar dan Perkuat Perang Melawan Narkoba

15 April 2026 - 07:29 WIB

Haru dan Penuh Syukur, Zaimar Wujudkan Impian Haji Setelah 10 Tahun Menunggu

14 April 2026 - 14:56 WIB

Trending di Pekanbaru