Menu

Mode Gelap
Gerakan Pramuka Gugus Depan Ambalan Raja Ali Haji dan Engku Hamidah Pangkalan SMAN 1 Ungar Berbagi Takjil Senyum Anak Yatim Warnai Belanja Lebaran Bersama Bupati Afni di Kandis Talang Mamak Minta Perlindungan dan Pendampingan LAMR Upah 4 Bulan Belum Dibayar, Eks Petugas Kebersihan Desa Rewak Datangi Kantor Desa Minta Kejelasan Pimpinan DPRD Batam Gelar RDPU, Bahas Kecelakaan Tugboat di Perairan PT ASL Bupati Bengkalis Ucapkan Selamat Ultah kepada Dandim 0303, Doakan Kelak jadi Prajurit Menyandang Bintang

Batam

Dukung Program Ketahanan Pangan, PWI Kepri Kelola Budi Daya Ikan Air Tawar

badge-check


					Dukung Program Ketahanan Pangan, PWI Kepri Kelola Budi Daya Ikan Air Tawar Perbesar

RiauKepri.com, BATAM – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan yang digalakkan oleh pemerintah, pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen untuk menyukseskan program tersebut.

Salah satu aksi nyata yang dilakukan adalah dengan cara mengolah lahan kolam ikan yang terbengkalai, yang akan disulap menjadi lahan produktif berbentuk budidaya ikan.

Tak lama lagi, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan segera memiliki kolam budidaya ikan di kawasan Marina, Batu Aji, Batam. Proyek ini merupakan upaya PWI Kepri untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya dengan memanfaatkan potensi lokal.

Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, menjelaskan bahwa salah satu tugas utama organisasi wartawan adalah tidak hanya mencetak jurnalis yang kompeten, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

“Tugas wartawan adalah mencari dan menulis berita. Tugas organisasi wartawan adalah meningkatkan pendidikan, pengetahuan, dan kesejahteraan anggota yang bernaung di organisasi itu,” katanya.

Kolam ikan yang akan dikelola PWI Kepri sebelumnya milik seorang warga di Laguna Regency, Marina, Fauzi, dan terletak di Danau Satu Marina, Kelurahaan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Batam. Namun, kolam tersebut sudah lama terbengkalai karena masalah ketidakseimbangan antara biaya pakan dan harga jual hasil panen.

“Fauzi meminta bantuan PWI Kepri untuk menghidupkan kembali kolam ikan ini,” ungkap Renty, salah seorang anggota Dewan Pakar PWI Kepri.

Kolam yang akan dikelola berjumlah sekitar 30, terdiri dari 25 kolam karamba dan 5 kolam tanah. Jenis ikan yang dibudidayakan berupa ikan lele dan nila.

Denni Risman, anggota Dewan Pakar PWI Kepri yang juga pengurus PWI Pusat, mengatakan bahwa pengelolaan sebelumnya hanya mengandalkan pakan pabrik, yang menyebabkan tingginya biaya produksi.
“Kami berencana membuat pakan ikan sendiri dari bahan-bahan lokal seperti limbah sayur, ubi, daun singkong, dan limbah ikan dari pasar. Ini untuk menekan biaya dan meningkatkan keuntungan,” ujarnya.

PWI Kepri berharap dengan pembuatan pakan ikan sendiri, biaya produksi dapat ditekan dan hasil budidaya ikan, yang meliputi lele dan nila, dapat lebih menguntungkan.

Pada Minggu (14/4/2025), PWI Kepri melakukan kegiatan gotong royong bersama warga sekitar untuk membersihkan tanaman enceng gondok yang menutupi kolam ikan.

Pembersihan ini menjadi langkah awal dalam upaya menghidupkan kembali kolam ikan dan membangun kemitraan dengan masyarakat setempat dalam pengelolaannya.

Dengan kolam ikan ini, PWI Kepri tidak hanya berfokus pada kesejahteraan anggotanya, tetapi juga mengajak masyarakat sekitar untuk terlibat dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pimpinan DPRD Batam Gelar RDPU, Bahas Kecelakaan Tugboat di Perairan PT ASL

14 Maret 2026 - 11:07 WIB

Polda Kepri Gelar Bazar Berkah Ramadhan dan Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi di HUT ke-21

12 Maret 2026 - 09:13 WIB

Jelang Lebaran Idul Fitri 1447 H, Bupati Roby Pimpin Rakor Lintas Sektoral

10 Maret 2026 - 15:27 WIB

Apel Gabungan Polda Kepri Bahas Kesiapan Operasi Ketupat Seligi 2026

10 Maret 2026 - 10:50 WIB

Mendagri Pimpin Rakor Inflasi di Kepri, Kapolda: Keamanan Jadi Kunci Stabilitas Ekonomi

10 Maret 2026 - 09:59 WIB

Trending di Batam