Menu

Mode Gelap
Bupati Afni: Progres Jalan Inpres Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan Sudah 15 Persen Tahun ini Baru Jembatan Selat Akar yang Dianggarkan Pemprov Riau Bupati Kepulauan Meranti Perjuangkan Perbaikan Jembatan dan Jalan Provinsi di DPRD Riau Nada Salsabila Kamil di Undang Podcast RRI Atas Prestasinya HPN 2026, BNNK Tanjungpinang Hadirkan Edukasi Rehabilitasi Narkotika untuk Masyarakat Tiga Polisi Aktif Diduga Terlibat Pesta Narkoba, Kapolres Bengkalis: Tak Ada Ampun, Semua Ditindak Tegas

Pekanbaru

LAMR Dalami Daerah Istimewa Riau

badge-check


					Flyer LAMR Perbesar

Flyer LAMR

RiauKepri.com, PEKANBARU- Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau mendalami wacana yang muncul kembali sepekan terakhir yakni usulan Riau sebagai daerah istimewa. Berbagai pihak telah dihubungi baik kalangan pemerintahan seperti Provinsi Riau dan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Riau, pakar dan tokoh masyarakat.

Demikian keterangan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (Ketum MKA) LAMR Datuk Seri H. R. Marjohan Yusuf dan Ketum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, Ahad (04/05/2025).

“Dalam waktu dekat, kita akan bertemu secara resmi dengan berbagai elemen masyarakat untuk membicarakan hal ini,” kata Datuk Seri Marjohan.

Seperti diketahui, di depan Komisi I DPR RI, awal pekan lalu, Dirjen Otonomi Daerah, Departemen Dalam Negeri, Akmal Malik, menyatakan ada enam daerah diusulkan menjadi daerah isitewa, di antaranya Riau. Hal ini diulangi lagi oleh Mendagri Tito Karnivian menjawab wartawan akhir pekan lalu.

Menurut Datuk Seri Taufik, pihaknya telah menghubungi berbagai pihak dalam hal ini seperti Gubernur Riau dan Ketua DPRD. “Ketua DPRD Tuan Kaderismanto malah minta LAMR terdepan dalam hal ini terlepas apapun hasilnya,” kata Datuk Seri Taufik.

Dia mengaku, wacana Riau untuk lebih baik, terus berkembang, tentulah termasuk daerah istimewa. Status ini memang dibenarkan dalam undang-undang berlaku.

“Saya sudah menyampaikan status ini dalam acara Majelis Zikir LAMR awal pekan lalu yang dihadiri berbagai kalangan,” kata Datuk Seri Taufik. Dia menambahkan dalam rapat MKA, wacana itu diminta harus ditindaklanjuti dengan pendalaman materi.

Datuk Seri Taufik mengatakan, Riau amat memungkinkan jadi daerah istimewa. Dalam ketentuan disebutkan salah satunya ada kerajaan yang masih berdiri sewaktu Indonesia merdeka. Semua daerah Riau sekarang berada pada beberapa kerajaan yang menyatakan bergabung dengan Indonesia.

Belum lagi keunikan lain, bahkan disebut pusat Nusantara 1 dengan keberadaan Sriwijaya yang menyebarkan bahasa Melayu. Waktu Indonesia merdeka, kekayaan alam Riau telah menghasilkan devisa, misalnya telah berproduksinya ladang mintak Minas yang menghasilkan minyak terbaik dunia. Begitu pula sumbangan pribadi seperti dilakukan oleh Sultan Syarif Kasim II. (RK3)

 

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Afni: Progres Jalan Inpres Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan Sudah 15 Persen

21 Januari 2026 - 20:40 WIB

Tahun ini Baru Jembatan Selat Akar yang Dianggarkan Pemprov Riau

21 Januari 2026 - 20:32 WIB

Bupati Kepulauan Meranti Perjuangkan Perbaikan Jembatan dan Jalan Provinsi di DPRD Riau

21 Januari 2026 - 19:43 WIB

Tiga Polisi Aktif Diduga Terlibat Pesta Narkoba, Kapolres Bengkalis: Tak Ada Ampun, Semua Ditindak Tegas

21 Januari 2026 - 17:22 WIB

Tangis Norma Pecah di Pekanbaru, Pasutri Korban Mafia Tanah di Meranti Mencari Keadilan

20 Januari 2026 - 12:06 WIB

Trending di Meranti