Menu

Mode Gelap
Ulang Tahun Riau di Bawah Langit Jerebu Ramaikan Rangkaian HUT RI Ke-81, Belasan Superhero Muncul Mapolda Kepri Surat Siak ke Presiden Polsek Pinggir Ungkap Kasus Dugaan Sabu, Dua Pria Diamankan Polisi Selidiki Sumber Api Kebakaran Di Depan Stadion Mahmud Jalal Dugaan Kasus Asusila di SMP Tanjungpinang, Itong Ingatkan Pentingnya Pengawasan dan Perlindungan Anak

Pekanbaru

Evaluasi Program Stunting 2024, Pemprov Riau Dorong Keterlibatan Keluarga dan Penguatan Basis Data

badge-check

Evaluasi pelaksanaan intervensi spesifik program percepatan penurunan stunting tahun 2024,  di Kantor Gubernur Riau, Selasa (27/5/2025). F: Ist Perbesar

Evaluasi pelaksanaan intervensi spesifik program percepatan penurunan stunting tahun 2024, di Kantor Gubernur Riau, Selasa (27/5/2025). F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melaksanakan evaluasi pelaksanaan intervensi spesifik program percepatan penurunan stunting tahun 2024. Kegiatan ini digelar di Kantor Gubernur Riau, Selasa (27/5/2025), sebagai upaya strategis dalam meninjau capaian program sekaligus menyempurnakan intervensi di tingkat kabupaten/kota.

Evaluasi ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari cakupan pelayanan gizi, pemantauan pertumbuhan anak, hingga efektivitas intervensi yang menyasar kelompok prioritas seperti ibu hamil, balita, dan remaja putri. Tujuan utamanya adalah memastikan seluruh intervensi dijalankan secara tepat sasaran, berbasis data yang akurat, dan berdampak nyata dalam menekan angka stunting di Riau.

Meski pemerintah pusat menargetkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 18,8% pada tahun 2025 dan 14,2% pada 2029, Provinsi Riau menghadapi tantangan tersendiri. Data tahun 2024 menunjukkan prevalensi stunting di Riau mencapai 20,1%. Namun Pemprov Riau menargetkan penurunan drastis hingga 10% pada tahun 2025.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Taufik OH, menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dan optimalisasi peran pemerintah daerah untuk mencapai target tersebut. Ia juga menyoroti urgensi validitas data sebagai landasan dalam perumusan strategi yang tepat.

“Kita tidak hanya mengejar angka statistik, tetapi ingin menjamin setiap anak di Riau dapat tumbuh sehat dan berkembang optimal. Evaluasi ini menjadi titik tolak dalam merancang strategi lanjutan secara terstruktur dan berkesinambungan,” ujar Taufik.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Riau, Fariza, menekankan pentingnya peran aktif keluarga dalam upaya pencegahan stunting.

“Pencegahan dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Edukasi dan pemberdayaan keluarga harus menjadi bagian integral dari strategi intervensi kita, mulai dari perencanaan kehamilan, pemenuhan gizi ibu hamil, hingga perawatan anak usia dini,” jelas Fariza.

Ia juga menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas kader dan pendamping keluarga terus diupayakan untuk menjamin layanan langsung yang berkualitas kepada masyarakat.

“Dengan kolaborasi antara program pusat dan daerah, serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, kami optimistis angka stunting di Riau dapat ditekan secara signifikan. Ini adalah pondasi bagi lahirnya generasi Riau yang sehat, cerdas, dan kompetitif,” tutup Fariza. (*/MCR)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ulang Tahun Riau di Bawah Langit Jerebu

9 Agustus 2026 - 14:04 WIB

Surat Siak ke Presiden

9 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Peduli Petani Sawit, Bupati Afni Terima SIEXPO Award 2026 Dari Menteri Bappenas RI

8 Agustus 2026 - 14:27 WIB

Milad Gelisah

8 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Mahasiswa Disabilitas Fasilkom Unilak Tembus Finalis Pilmapres Nasional 2026, Bawa Nama Riau ke Tingkat Nasional

6 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Trending di Pekanbaru