Menu

Mode Gelap
LAMR: Ketahanan Energi Harus Berbasis Kebudayaan ‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau Laos Menuju ASEAN Tahun 2045 BRK Syariah Bengkalis Dukung Semangat Kebersamaan pada Senam Bersama Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis Kunjungan Kerja Seskoau ke LAMR Bahas Ketahanan Energi Nasional Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan Polres Bengkalis Ungkap Kasus Dugaan Peredaran Sabu di Bengkalis, Satu Orang Diamankan

Pekanbaru

Dharmasanti Waisak di Pekanbaru: Gubri Soroti Pentingnya Kasih Sayang dan Kebijaksanaan

badge-check

Dharmasanti Waisak di Pekanbaru: Gubri Soroti Pentingnya Kasih Sayang dan Kebijaksanaan Perbesar

RiauKepri.com, PEKANBARU – Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid mengajak umat Buddha untuk menjadikan Dharmasanti Waisak 2569 BE sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan perdamaian. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Dharmasanti Waisak yang digelar di Hotel Furaya, Pekanbaru, Sabtu (31/5/2025) malam.

Acara ini dihadiri oleh umat Buddha dari berbagai vihara di Pekanbaru dan sekitarnya. Umat Buddha dari berbagai suku, ras, dan golongan bersatu padu untuk menyemarakkan Dharmasanti Waisak tahun ini.

Dalam sambutannya, Gubri menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan Dharmasanti Waisak yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Ia menyebut, Waisak menjadi pengingat nilai-nilai luhur seperti kasih sayang, kebijaksanaan, dan perdamaian.

Wahid mengatakan bahwa Trisuci Waisak yang mencakup kelahiran, pencerahan, dan wafatnya sang Buddha memiliki makna mendalam bagi kehidupan sosial. Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat Riau.

“Artinya, kita mengingat apa yang menjadi perdamaian, kasih sayang, kebijaksanaan yang selama ini diamalkan. Sehingga hingga hari ini Buddha tetap berkembang subur di Indonesia. Tentunya ini menjadi rahmat ditengah keberagaman ini, bahwa kita tetap bersatu,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi lintas budaya dalam acara tersebut, dimana barongsai ditampilkan berdampingan dengan tari persembahan Melayu. Bahkan, tarian Melayu dibawakan oleh pelajar Tionghoa, sebagai simbol kuatnya persatuan di Riau.

“Ini artinya kita saling bersatu, tidak ada perbedaan, yang terpenting kita melaksanakan perdamaian dan kebijaksanaan,” ucap Gubri.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan perayaan Waisak di tahun-tahun mendatang. Ia bahkan menyarankan agar perayaan tahun depan dilaksanakan di kawasan Candi Muara Takus, Kampar.

“Jika perlu waisak tahun depan kita laksanakan di Candi Muara Takus,” kata Wahid diikuti tepuk tangan para peserta Waisak.

Bersamaan dengan perayaan Waisak ini telah diselenggarakan kegiatan sosial yang seperti donor darah, pengobatan gratis, penanaman pohon, serta karya bakti. “Hal ini tidak hanya mencerminkan nilai luhur agama Buddha, tapi juga menjadi wujud nyata konstitusi umat Buddha dalam pembangunan kehidupan sosial yang harmonis dan bermanfaat,” ujarnya.

Dharmasanti Waisak 2569 BE di Pekanbaru, Riau, berjalan dengan lancar dan sukses. Acara ini diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan umat Buddha di Pekanbaru bahkan Provinsi Riau, serta meningkatkan toleransi antarumat beragama. (Galeri)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

LAMR: Ketahanan Energi Harus Berbasis Kebudayaan

27 Juli 2026 - 16:52 WIB

‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau

27 Juli 2026 - 15:30 WIB

Kunjungan Kerja Seskoau ke LAMR Bahas Ketahanan Energi Nasional Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan

27 Juli 2026 - 10:20 WIB

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Pemprov Riau Percepat Implementasi SP2D Online, Pembayaran Gaji ASN Kini Lebih Cepat

25 Juli 2026 - 07:20 WIB

Trending di Pekanbaru