1362RiauKepri.com, PEKANBARU– Saat sebagian orang memperingati Hari Lahir Pancasila dengan upacara atau unggahan di media sosial, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau memilih cara yang berbeda, turun langsung ke jalan, menyapa masyarakat, dan mengampanyekan keselamatan berlalu lintas.
Bertempat di arena Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Minggu pagi (1/6/2025), jajaran Ditlantas Polda Riau menggelar aksi simpatik bertema “Keselamatan Berlalu Lintas Cermin Karakter Bangsa.” Bukan sekadar membagikan brosur atau pasang spanduk, kegiatan ini sarat makna, tertib lalu lintas bukan hanya soal aturan, tapi juga soal nilai.
“Ini bentuk nyata kami memaknai Pancasila,” ungkap Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, Dirlantas Polda Riau.
“Karena nilai-nilai Pancasila tidak berhenti di podium, tapi harus hidup di jalan raya, di mana interaksi dan keberagaman bertemu setiap hari,” sambungnya.
Pancasila dan Jalan Raya
Bagi Ditlantas, jalan bukan hanya tempat kendaraan melaju, tapi juga cermin kepribadian bangsa. Tertib berlalu lintas mencerminkan nilai-nilai Pancasila, mulai dari kemanusiaan, persatuan, hingga keadilan. Maka, setiap helm yang dikenakan, setiap zebra cross yang dihormati, adalah bukti kecil bahwa nilai luhur itu masih hidup.
Itu pula yang dibawa oleh Kompol Dwi Krismiyati, Kasi Fasmat Subdit Regident Ditlantas Polda Riau, saat memimpin timnya menyapa warga pagi itu. Tak hanya polisi, hadir pula para relawan keselamatan jalan dan sejumlah Polwan yang ramah, membaur dengan masyarakat sambil menyampaikan pesan edukasi.
Anak-anak, remaja hingga orang tua diajak berdialog. Brosur warna-warni dibagikan, tapi yang lebih penting, adalah kesadaran yang ditanamkan: bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
Kesadaran yang Menular
“Keselamatan itu bukan tugas polisi semata. Ia harus jadi kesadaran kolektif. Kalau semua patuh, angka kecelakaan bisa kita tekan,” ujar Kombes Taufiq.
Ia percaya, edukasi yang dilakukan dengan pendekatan humanis akan lebih membekas ketimbang sekadar penegakan hukum.
Ternyata, cara itu berhasil. Yona, warga Sukajadi, mengaku senang bisa berdialog langsung dengan polisi. “Jarang-jarang bisa tanya-tanya langsung sama Polwan. Harapannya ini terus berlanjut, bukan cuma saat momen Hari Pancasila saja,” tuturnya sambil tersenyum.
Lebih dari Sekadar Tugas
Hari itu, Ditlantas Polda Riau tak hanya menjalankan tugas. Mereka menunjukkan bahwa Pancasila bisa diwujudkan lewat hal-hal sederhana namun berdampak. Seperti memberi ruang aman di jalan, menghormati sesama pengguna, atau berhenti saat lampu merah menyala, karena semua itu adalah bagian dari karakter bangsa yang beradab.
Di tengah lalu lalang CFD, mungkin tak semua orang sadar sedang dirayakan Hari Lahir Pancasila. Tapi lewat senyum para Polwan, sapaan hangat, dan pesan-pesan keselamatan, nilai-nilai Pancasila terasa hidup, tanpa perlu dideklamasikan. (RK1/MCR)








