Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 11 Juni 2026: Tanjungpinang dan Batam Berpotensi Hujan Ringan, Wilayah Kepulauan Dominan Cerah Berawan LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat Bhabinkamtibmas Desa Bantar Panen Cabai Rawit Dukung Ketahanan Pangan Bina Desa Mahasiswa PBM FIB Unilak Dalami Adat Pernikahan Mempura Siak LAMR Sambut Kehadiran BPK Riau, Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya Melayu DPRD Batam Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemko Pertahankan WTP ke-14

Pekanbaru

Mencari Sarpila di Derasnya Arus Sungai Cenaku

badge-check


					Tim gabungan menyusuri arus remaja perempuan bernama Sarpila (13), dilaporkan tenggelam pada Ahad sore (8/6/2025). F: Ist Perbesar

Tim gabungan menyusuri arus remaja perempuan bernama Sarpila (13), dilaporkan tenggelam pada Ahad sore (8/6/2025). F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU- Matahari mulai meninggi di langit Desa Payarumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, saat suara motor perahu kembali memecah permukaan Sungai Cenaku. Di atasnya, sekelompok relawan dan tim gabungan menyusuri arus yang tak lagi tenang, mencari jejak seorang remaja perempuan bernama Sarpila (13), yang dilaporkan tenggelam pada Ahad sore (8/6/2025).

Tragedi itu terjadi sesaat setelah acara pacu sampan, tradisi sungai yang meriah. Di tengah keriuhan, Sarpila yang mandi di tepian sungai, tiba-tiba menghilang di bawa arus. Warga sempat berusaha menyelamatkan, tapi derasnya air tak memberi kesempatan.

“Korban mandi di tepi sungai setelah acara pacu sampan. Sekitar pukul lima sore, dia tenggelam. Masyarakat sudah berusaha mencari, tapi belum berhasil,” ujar Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, Senin (9/6).

Laporan itu langsung ditindaklanjuti. Lima personel Basarnas diterjunkan ke lokasi, membawa harapan dan peralatan untuk menyisir setiap sudut sungai yang bisa jadi menyembunyikan tubuh mungil Sarpila. Mereka tidak sendiri. Polsek Seberida, Koramil, BPBD, dan warga desa bersatu dalam upaya pencarian.

Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menginstruksikan jajarannya untuk mengerahkan segala daya dan upaya. “Peralatan seperti perahu, genset, dan lampu penerangan sangat vital, mengingat pencarian dilakukan hingga malam hari,” katanya.

Tim menyelam di titik-titik rawan, tempat di mana kayu-kayu besar diduga bisa menjadi perangkap. Dugaan sementara, tubuh Sarpila mungkin tersangkut di dasar sungai. Alat selam pun menjadi kebutuhan mendesak, dan tim Basarnas dari Indragiri Hilir kini sedang menuju lokasi dengan perlengkapan lengkap.

Hingga Senin petang, belum ada tanda-tanda. Namun di tepi sungai, di antara lumpur dan semak, keluarga Sarpila masih duduk menanti, tatapan mereka kosong namun penuh harap.

“Kami terus berdoa. Semoga cepat ditemukan, apapun keadaannya,” ucap salah satu kerabat yang menolak disebutkan namanya, dengan suara yang hampir tak terdengar.

Meski waktu terus berjalan dan harapan diuji oleh kenyataan, masyarakat Desa Payarumbai tetap berdiri bersama. Dalam duka yang melingkupi, ada solidaritas yang tak tenggelam. Semua bergerak, bukan hanya mencari tubuh, tetapi juga memberi tempat bagi keluarga untuk tetap berharap. (RK1)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat

10 Juni 2026 - 21:13 WIB

LAMR Sambut Kehadiran BPK Riau, Perkuat Pelestarian Adat dan Budaya Melayu

10 Juni 2026 - 17:32 WIB

Tiga Novel Penulis Pahang-Malaysia Dibedah di Unilak, Perkuat Dialog Sastra Melayu Lintas Negara

10 Juni 2026 - 11:06 WIB

Tahun Ajaran Baru, Rahn BRK Syariah Jadi Solusi Cerdas Penuhi Kebutuhan Pendidikan Anak

10 Juni 2026 - 08:52 WIB

Polda Riau Gagalkan Peredaran 6,9 Kg Sabu, Puluhan Ribu Jiwa Terselamatkan

9 Juni 2026 - 16:37 WIB

Trending di Pekanbaru