RiauKepri.com, PEKANBARU- Matahari mulai meninggi di langit Desa Payarumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, saat suara motor perahu kembali memecah permukaan Sungai Cenaku. Di atasnya, sekelompok relawan dan tim gabungan menyusuri arus yang tak lagi tenang, mencari jejak seorang remaja perempuan bernama Sarpila (13), yang dilaporkan tenggelam pada Ahad sore (8/6/2025).
Tragedi itu terjadi sesaat setelah acara pacu sampan, tradisi sungai yang meriah. Di tengah keriuhan, Sarpila yang mandi di tepian sungai, tiba-tiba menghilang di bawa arus. Warga sempat berusaha menyelamatkan, tapi derasnya air tak memberi kesempatan.
“Korban mandi di tepi sungai setelah acara pacu sampan. Sekitar pukul lima sore, dia tenggelam. Masyarakat sudah berusaha mencari, tapi belum berhasil,” ujar Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, Senin (9/6).
Laporan itu langsung ditindaklanjuti. Lima personel Basarnas diterjunkan ke lokasi, membawa harapan dan peralatan untuk menyisir setiap sudut sungai yang bisa jadi menyembunyikan tubuh mungil Sarpila. Mereka tidak sendiri. Polsek Seberida, Koramil, BPBD, dan warga desa bersatu dalam upaya pencarian.
Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menginstruksikan jajarannya untuk mengerahkan segala daya dan upaya. “Peralatan seperti perahu, genset, dan lampu penerangan sangat vital, mengingat pencarian dilakukan hingga malam hari,” katanya.
Tim menyelam di titik-titik rawan, tempat di mana kayu-kayu besar diduga bisa menjadi perangkap. Dugaan sementara, tubuh Sarpila mungkin tersangkut di dasar sungai. Alat selam pun menjadi kebutuhan mendesak, dan tim Basarnas dari Indragiri Hilir kini sedang menuju lokasi dengan perlengkapan lengkap.
Hingga Senin petang, belum ada tanda-tanda. Namun di tepi sungai, di antara lumpur dan semak, keluarga Sarpila masih duduk menanti, tatapan mereka kosong namun penuh harap.
“Kami terus berdoa. Semoga cepat ditemukan, apapun keadaannya,” ucap salah satu kerabat yang menolak disebutkan namanya, dengan suara yang hampir tak terdengar.
Meski waktu terus berjalan dan harapan diuji oleh kenyataan, masyarakat Desa Payarumbai tetap berdiri bersama. Dalam duka yang melingkupi, ada solidaritas yang tak tenggelam. Semua bergerak, bukan hanya mencari tubuh, tetapi juga memberi tempat bagi keluarga untuk tetap berharap. (RK1)
Editor: Dana Asmara







