Menu

Mode Gelap
Polres Bengkalis Musnahkan Narkotika Jenis Sabu Seberat 8.231,15 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 5.005 Butir Pemerintah dan Masyarakat Pulau Jemaja Sepakati Tata Kelola Panen Buah Kepayang Berkelanjutan Ketua Kelompok Tani Bukit Padi Apresiasi Rehabilitasi Irigasi, Harap Proyek Dilanjutkan hingga Kampung Pasiran LAMR: Ketahanan Energi Harus Berbasis Kebudayaan ‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau Laos Menuju ASEAN Tahun 2045

Pekanbaru

Mencari Sarpila di Derasnya Arus Sungai Cenaku

badge-check

Tim gabungan menyusuri arus remaja perempuan bernama Sarpila (13), dilaporkan tenggelam pada Ahad sore (8/6/2025). F: Ist Perbesar

Tim gabungan menyusuri arus remaja perempuan bernama Sarpila (13), dilaporkan tenggelam pada Ahad sore (8/6/2025). F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU- Matahari mulai meninggi di langit Desa Payarumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, saat suara motor perahu kembali memecah permukaan Sungai Cenaku. Di atasnya, sekelompok relawan dan tim gabungan menyusuri arus yang tak lagi tenang, mencari jejak seorang remaja perempuan bernama Sarpila (13), yang dilaporkan tenggelam pada Ahad sore (8/6/2025).

Tragedi itu terjadi sesaat setelah acara pacu sampan, tradisi sungai yang meriah. Di tengah keriuhan, Sarpila yang mandi di tepian sungai, tiba-tiba menghilang di bawa arus. Warga sempat berusaha menyelamatkan, tapi derasnya air tak memberi kesempatan.

“Korban mandi di tepi sungai setelah acara pacu sampan. Sekitar pukul lima sore, dia tenggelam. Masyarakat sudah berusaha mencari, tapi belum berhasil,” ujar Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, Senin (9/6).

Laporan itu langsung ditindaklanjuti. Lima personel Basarnas diterjunkan ke lokasi, membawa harapan dan peralatan untuk menyisir setiap sudut sungai yang bisa jadi menyembunyikan tubuh mungil Sarpila. Mereka tidak sendiri. Polsek Seberida, Koramil, BPBD, dan warga desa bersatu dalam upaya pencarian.

Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menginstruksikan jajarannya untuk mengerahkan segala daya dan upaya. “Peralatan seperti perahu, genset, dan lampu penerangan sangat vital, mengingat pencarian dilakukan hingga malam hari,” katanya.

Tim menyelam di titik-titik rawan, tempat di mana kayu-kayu besar diduga bisa menjadi perangkap. Dugaan sementara, tubuh Sarpila mungkin tersangkut di dasar sungai. Alat selam pun menjadi kebutuhan mendesak, dan tim Basarnas dari Indragiri Hilir kini sedang menuju lokasi dengan perlengkapan lengkap.

Hingga Senin petang, belum ada tanda-tanda. Namun di tepi sungai, di antara lumpur dan semak, keluarga Sarpila masih duduk menanti, tatapan mereka kosong namun penuh harap.

“Kami terus berdoa. Semoga cepat ditemukan, apapun keadaannya,” ucap salah satu kerabat yang menolak disebutkan namanya, dengan suara yang hampir tak terdengar.

Meski waktu terus berjalan dan harapan diuji oleh kenyataan, masyarakat Desa Payarumbai tetap berdiri bersama. Dalam duka yang melingkupi, ada solidaritas yang tak tenggelam. Semua bergerak, bukan hanya mencari tubuh, tetapi juga memberi tempat bagi keluarga untuk tetap berharap. (RK1)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

LAMR: Ketahanan Energi Harus Berbasis Kebudayaan

27 Juli 2026 - 16:52 WIB

‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau

27 Juli 2026 - 15:30 WIB

Kunjungan Kerja Seskoau ke LAMR Bahas Ketahanan Energi Nasional Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan

27 Juli 2026 - 10:20 WIB

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Pemprov Riau Percepat Implementasi SP2D Online, Pembayaran Gaji ASN Kini Lebih Cepat

25 Juli 2026 - 07:20 WIB

Trending di Pekanbaru