Menu

Mode Gelap
Sapma IPK Riau Berbagi Takjil, Tumbuhkan Kepedulian dan Kebersamaan Ramadan Dirlantas Polda Kepri Tinjau Pos Ops Ketupat Seligi di Karimun, Pastikan Arus Mudik Aman dan Lancar BRK Syariah Gandeng Dharma Wanita Gelar Bazar Sembako Murah untuk Warga Mentangor Alhamdulillah, Dibayar Tanpa Utang, THR ASN Siak 100% dan TPP Berasal Dari APBD Permudah Melintas Pemca Pujud dan Perusahan Aktif Perbaiki Jalan Lintas Yang Rusak Ing H Iskandarsyah Hadiri Pelantikan 2 Komisariat HMI Karimun

Rohil

Dari Bakar Tongkang, Riau Sampaikan Pesan Bahwa Harmoni di Tanah Melayu Itu Nyata

badge-check


					Gubernur Riau, Abdul Wahid beserta menghadiri Festival Bakar Tongkang, sebuah perayaan budaya yang telah mendarah daging bagi masyarakat Tionghoa Riau dan menjadi ikon nasional dalam kalender pariwisata Indonesia. F: Ist Perbesar

Gubernur Riau, Abdul Wahid beserta menghadiri Festival Bakar Tongkang, sebuah perayaan budaya yang telah mendarah daging bagi masyarakat Tionghoa Riau dan menjadi ikon nasional dalam kalender pariwisata Indonesia. F: Ist

RiauKepri.com, ROHIL- Pagi yang cerah di atas langit Bagansiapiapi, menyambut ribuan warga dan wisatawan yang memadati ruas Jalan Klenteng hingga Jalan Perniagaan. Suasana kota di pesisir Rokan Hilir itu berubah menjadi lautan manusia yang penuh semangat dan harapan. Hari ini, Kamis (12/6/2025), Festival Bakar Tongkang kembali digelar, sebuah perayaan budaya yang telah mendarah daging bagi masyarakat Tionghoa Riau dan menjadi ikon nasional dalam kalender pariwisata Indonesia.

Gubernur Riau Abdul Wahid hadir langsung di tengah-tengah perhelatan. Ia tidak sekadar datang sebagai pejabat, tapi larut dalam semangat kebersamaan, bahkan ikut dalam arak-arakan budaya dari kediaman Bupati Rohil menuju klenteng utama dengan menaiki odong-odong berhias ornamen naga dan lampion. Sambutan hangat datang dari tokoh lintas etnis, pelaku budaya, hingga masyarakat biasa yang rela berdiri berjam-jam demi menyaksikan momen bersejarah ini.

Festival dibuka dengan deretan acara meriah, mulai dari Festival Ekonomi Kreatif, bazar UMKM, hingga atraksi Tatung yang memukau. Aroma dupa dan tabuhan genderang menambah sakralnya suasana. Namun di balik kemeriahan, tersembunyi pesan yang dalam tentang arti warisan, identitas, dan persatuan.

“Bakar Tongkang bukan hanya seremoni tahunan,” ujar Gubernur Abdul Wahid dalam sambutannya.

“Ini adalah napas budaya yang memperkuat rasa kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan di Riau. Kita bukan hanya merayakan tradisi, tapi juga merawat nilai-nilai luhur bangsa,” katanya.

Budaya adalah cermin harga diri dan jati diri daerah. Karenanya Wahid mendorong masyarakat untuk terus melestarikan Festival Bakar Tongkang bukan hanya sebagai daya tarik wisata, tetapi juga sebagai warisan kolektif yang menyatukan keberagaman.

“Mari jadikan festival ini sebagai lambang persaudaraan lintas etnis. Dari Riau, kita tunjukkan bahwa harmoni itu nyata,” tutupnya.

Ketika hari beranjak siang, matahari mulai mencubit kulit, namun tak membuat semangat warga tak surut. Di bawah teriknya matahari dan semilir angin laut, perahu tongkong kayu dibakar sebagai puncak acara. Api menjulang ke langit, membawa harapan dan doa-doa yang melampaui sekat perbedaan. Dari Bagansiapiapi, pesan tentang budaya dan persatuan itu pun mengalir ke seluruh penjuru negeri. (RK1)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratusan Makan Untuk Berbuka Puasa di Bagikan Kepengendara

16 Maret 2026 - 06:29 WIB

Momen Hangat Safari Ramadan, Plt Gubri SF Hariyanto Santuni Anak Yatim di Bagan Siapi-api

6 Maret 2026 - 15:21 WIB

Menembus Panas Kobaran Api, Prajurit TNI AL dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan di Riau

12 Februari 2026 - 08:25 WIB

Perkuat Sinergi Layanan Publik, BRK Syariah Dukung Mobilitas Pasien RSUD Bagansiapiapi

16 Desember 2025 - 13:32 WIB

Dua Jenazah Teridentifikasi, Sembilan Lainnya Dimakamkan Tanpa Nama di Panipahan

12 Desember 2025 - 19:28 WIB

Trending di Pekanbaru