Menu

Mode Gelap
Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Sabu 50,01 Gram di Talang Muandau Sayang Bini Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia Prakiraan Cuaca Kepri, Ahad 26 Juli 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Daerah Reses di Jemaja Timur, Ismeth Abdullah Tegaskan Aspirasi Masyarakat Akan Diperjuangkan ke Pusat 34 Lansia Sebong Lagoi Diwisuda, Bukti Komitmen Bintan Wujudkan Daerah Ramah Lansia

Tanjungpinang

Wali Kota Tanjungpinang Rancang Penggabungan OPD Demi Efisiensi dan Optimalisasi Layanan Publik

badge-check

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. F: Dok Perbesar

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. F: Dok

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengungkapkan rencana penggabungan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian dari langkah strategis untuk menata kelembagaan pemerintahan yang lebih profesional, efisien, dan proporsional.

Menurut Lis, beberapa dinas saat ini memiliki kewenangan yang telah diambil alih oleh pemerintah provinsi, sehingga efektivitas lembaga tersebut di tingkat kota perlu dievaluasi. Salah satu contohnya adalah Dinas Tenaga Kerja.

“Sebagian besar fungsi pengawasan dan kebijakan ketenagakerjaan kini menjadi domain provinsi. Karena itu, kami mempertimbangkan penggabungan agar struktur kelembagaan di kota menjadi lebih fungsional,” ujarnya, Sabtu (14/6/2025).

Lis menegaskan bahwa kebijakan penggabungan OPD tidak dilakukan secara serampangan atau berdasarkan kepentingan pribadi kepala daerah. Prosesnya, kata dia, harus melalui kajian mendalam serta koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Wakil Wali Kota.

Ia mencontohkan, rumpun dinas seperti Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, dan Pemberdayaan Masyarakat berpotensi digabung. Namun, saat ini, fungsi pemberdayaan masyarakat masih berada di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan, yang ruang lingkupnya lebih spesifik.

“Pemberdayaan masyarakat itu luas, sementara pemberdayaan perempuan dan anak sifatnya khusus. Perlu penyesuaian agar penanganannya lebih tepat sasaran,” jelas Lis.

Lis menampik anggapan bahwa langkah ini semata-mata untuk efisiensi anggaran. Ia menekankan tujuan utama adalah optimalisasi fungsi lembaga dan alokasi anggaran yang lebih berdampak langsung ke masyarakat.

“Setiap dinas rata-rata mengelola anggaran Rp5 hingga Rp7 miliar. Jika tugas dan fungsinya terbatas, lebih baik digabung dan anggarannya dialihkan untuk program yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa terdapat setidaknya empat OPD yang saat ini tengah dikaji untuk kemungkinan digabungkan. Namun, keputusan final akan diambil setelah proses evaluasi dan pembahasan mendalam selesai dilakukan. (RK9)

 

Editor : Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Prakiraan Cuaca Kepri, Ahad 26 Juli 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Daerah

26 Juli 2026 - 00:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 24 Juli 2026: Sebagian Besar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

24 Juli 2026 - 00:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 23 Juli 2026: Tanjungpinang dan Bintan Berpotensi Hujan Petir, Sejumlah Daerah Diguyur Hujan Ringan

23 Juli 2026 - 06:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 22 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

22 Juli 2026 - 00:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 21 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah, Warga Diminta Tetap Waspada

21 Juli 2026 - 00:01 WIB

Trending di Kepulauan Riau