Menu

Otomatis
Breaking News

Riau

Ketika Keputusan MK dan Wako Pekanbaru Menyatu, Mengapus Air Mata Dwi

badge-check

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Perbesar

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Dwi, seorang ibu buruh cuci di Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, baru saja menerima kabar yang membuat hatinya campur aduk, anak semata wayangnya tak lolos ke SMP negeri favorit yang mereka harapkan.

Namun hari itu, kabar lain datang, membawa harapan yang membuat air mata Dwi jatuh bukan karena putus asa, tapi karena rasa syukur.

“Kalau sekolah swasta gratis juga, saya sangat bersyukur. Soalnya saya udah bingung nyari uang buat daftar ulang,” ucapnya lirih, tangan masih menggenggam lembaran brosur pendaftaran.

Bagi Dwi dan ribuan keluarga lain di Pekanbaru, pendidikan sering kali bukan sekadar soal ijazah, tapi tentang peluang keluar dari kemiskinan. Biaya seragam, daftar ulang, sampai iuran bulanan adalah tantangan yang terlalu berat bagi sebagian besar keluarga buruh harian.

Putusan MK, Harapan Baru

Harapan itu datang dalam bentuk ketukan palu Mahkamah Konstitusi. Putusan MK Nomor 3/PUU-XXII/2024 mempertegas bahwa pendidikan dasar, baik di sekolah negeri maupun swasta, wajib disediakan oleh negara tanpa biaya. Artinya, tak ada lagi alasan anak tak bisa sekolah hanya karena tak tertampung di sekolah negeri.

Di tengah riuh perdebatan teknis dan anggaran, keputusan MK ini terasa sangat personal bagi orang-orang seperti Dwi. Ini bukan soal regulasi, ini soal masa depan anak.

Komitmen Wali Kota Pekanbaru

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyambut baik keputusan tersebut. Namun bagi dia, ini bukan hal baru. Sejak awal menjabat, Agung telah menekankan bahwa tidak boleh ada satupun anak dari keluarga miskin yang putus sekolah karena alasan biaya.

“Saya sangat setuju dengan keputusan MK. Sejak awal saya sudah instruksikan agar tidak ada anak dari keluarga kurang mampu yang putus sekolah,” tegasnya, Selasa (17/6/2025).

Melalui skema Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda), Pemko Pekanbaru telah mengalokasikan dana dalam APBD untuk membiayai pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di swasta. Langkah ini dianggap progresif karena tak banyak daerah yang berani mengambil posisi seberani ini, bahkan sebelum ada keputusan MK.

“Kami tidak menganggap ini sebagai beban. Ini adalah tanggung jawab kami. Kalau pusat meminta daerah yang tanggung, ya kami siap. Ini untuk meringankan beban masyarakat,” lanjut Agung.

Menjahit Masa Depan

Bagi Dwi, yang setiap harinya mencuci baju tetangga demi menafkahi anaknya, kebijakan ini seperti menjahit kembali masa depan yang sempat robek. Ia tahu mungkin tak bisa menyekolahkan anaknya ke sekolah unggulan, tapi ia juga tahu satu hal pasti, anaknya tak akan berhenti sekolah hanya karena uang.

“Asal bisa sekolah, belajar, dan punya harapan, saya ikhlas cuci baju seharian,” katanya pelan, tapi penuh semangat.

Kebijakan yang besar tak selalu diukur dari angkanya. Kadang, ukurannya adalah satu anak yang tetap bisa duduk di bangku sekolah, satu ibu yang bisa tidur sedikit lebih nyenyak malam ini, dan satu kota yang memilih berpihak pada warganya yang paling lemah. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

BSP Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal melalui Pelatihan dan Sertifikasi Juru Las 3F

22 Sep 2026 - 11:53 WIB

BSP Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal melalui Pelatihan dan Sertifikasi Juru Las 3F

Kafilah Siak Sukses di MTQ Nasional, Bupati Siak Beri Hadiah Umroh

21 Sep 2026 - 15:54 WIB

Kafilah Siak Sukses di MTQ Nasional, Bupati Siak Beri Hadiah Umroh

Alhamdulillah, Hujan Turun Udara Pekanbaru Sehat

19 Sep 2026 - 12:56 WIB

Alhamdulillah, Hujan Turun Udara Pekanbaru Sehat

Raja Zalim

19 Sep 2026 - 09:18 WIB

Raja Zalim

Sambut Hari Jadi Polwan ke-78, Polwan Polda Riau Gelar Program JALUR di Sungai Duku, Bagikan Sembako dan Buka Klinik Terapung

18 Sep 2026 - 15:59 WIB

Sambut Hari Jadi Polwan ke-78, Polwan Polda Riau Gelar Program JALUR di Sungai Duku, Bagikan Sembako dan Buka Klinik Terapung
Trending di Pekanbaru